Jaecoo Indonesia menegaskan arah strategi produknya di pasar otomotif nasional dengan fokus pada kendaraan berbasis energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Langkah ini menjadi bagian dari roadmap perusahaan untuk memperkuat lini produk elektrifikasi di Tanah Air. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama, mengatakan, tahun ini perusahaan akan terus fokus pada NEV, meski waktu peluncuran produk baru masih menunggu kajian pasar. “Untuk produk baru, kita secara roadmap tahun ini ada, tapi kita masih melihat kapan masuknya. Kami dari tim produk sedang melakukan studi untuk melihat kira-kira market lebih ke mana,” ujar Ilham kepada Kompas.com di Tangerang, Kamis (5/3/2026). Ia menambahkan, jika permintaan pasar mengarah pada tipe tertentu, perusahaan sudah mempersiapkan model yang sesuai, namun peluncuran akan mengikuti timeline yang telah ditentukan. Saat ini, Jaecoo telah menghadirkan beberapa model yang mewakili konfigurasi berbeda, misalnya J5 dan J7 dengan dua baris atau lima penumpang, serta J8 dengan tiga baris atau tujuh penumpang. “Kalau untuk segmen harga, ya kita melihat market-nya. Artinya sebuah SUV-EV dengan harga di bawah Rp 300 jutaan dan spesifikasi SUV, itu permintaannya cukup tinggi. Bahkan saya bisa bilang sangat tinggi. Ya, ini sudah ada di J5,” kata Ilham. Selain J5 EV yang sudah dipasarkan di Indonesia sejak November 2025, Jaecoo juga menyiapkan opsi versi hybrid, J5 SHS. “Kalau memang dibutuhkan, secara global kami sudah memiliki produknya. Jadi tinggal menyesuaikan untuk pasar Indonesia,” ujarnya. Model ini menggunakan Super Hybrid System atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan mesin bensin 1.5L turbocharged dan motor listrik, menghasilkan total tenaga 165 kW (221 tk) dengan torsi 295 Nm, memungkinkan akselerasi 0-100 Km/jam dalam 7,9 detik. Fitur J5 SHS meliputi sistem ADAS (kontrol jelajah adaptif, blind-spot detection), layar infotainment 13,2 inci, cluster digital 8 inci, kamera 540 derajat, enam airbag, interior premium dengan jok berpendingin, wireless charging, dan kaca kedap suara. Jaecoo J5 SHS. Dengan harga yang lebih terjangkau, J5 SHS juga menjadi bagian dari strategi Jaecoo untuk menjangkau segmen entry-level, selaras dengan permintaan pasar yang tinggi pada J5 EV. “Nanti akan ada momen yang pas untuk memperkenalkan produk terbarunya. Saat ini fokus kami dulu di J5, karena model ini mendapat konsentrasi sangat besar. Setelah itu baru J7 dan J8, yang saat ini masih godok,” kata Ilham. Selain ber-fokus pada SUV listrik entry-level seperti J5 EV, Jaecoo juga menyiapkan strategi harga berlapis untuk berbagai segmen. Model J7 ditempatkan di segmen menengah dengan harga Rp 400 juta - Rp 500 jutaan, sementara J8 menyasar pasar premium dengan harga mulai Rp 600 jutaan hingga Rp 828 juta untuk varian SHS. Menurut Ilham, perusahaan akan terus bermain di kisaran harga tersebut, menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan konsumen di setiap segmen. Dengan strategi ini, Jaecoo berharap dapat memperluas penetrasi NEV di Indonesia, sekaligus menyediakan SUV listrik dan hybrid dengan beragam konfigurasi dan harga yang sesuai kebutuhan konsumen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang