Pemerintah mulai mematangkan strategi menghadapi gejolak energi global dengan membentuk satuan tugas (satgas) transisi energi. Salah satu fokus utama yang didorong adalah percepatan konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik. Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris, mengatakan langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Acara gelar konversi motor listrik perdana oleh Kementerian ESDM “Saat ini Bapak Presiden telah menyampaikan untuk membentuk task force energy transition yang diharapkan bisa merespons lebih terstruktur terhadap kondisi global saat ini,” ujar Harris dalam Forum Diskusi Denpasar 12 yang disiarkan secara daring, Rabu (1/4/2026). Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memaksimalkan pemanfaatan energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Adapun satgas ini, akan dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan fokus tiga program utama. Pertama, percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target kapasitas hingga 100 gigawatt yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Kedua, konversi kendaraan roda dua berbasis BBM menjadi kendaraan listrik. Program ini menjadi prioritas mengingat besarnya konsumsi BBM dari sektor tersebut. “Kalau kita mencatat, saat ini ada sekitar 140 juta motor berbasis BBM di Indonesia. Konsumsinya sangat besar, sehingga perlu upaya untuk mengurangi ketergantungan kendaraan roda dua terhadap BBM,” kata Harris. Konversi motor listrik garapan Petrikbike Ketiga, penguatan program biofuel, mulai dari implementasi biodiesel B50 untuk solar hingga pengembangan campuran etanol seperti E10 untuk bensin, serta peningkatan pemanfaatan bahan bakar berkelanjutan. “Secara komersial, ini juga sudah pernah diterapkan dan secara teknis bisa berjalan dengan aman,” ujarnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi kendaraan. Bahkan, ia menyebut seluruh sepeda motor di Indonesia ke depan akan dikonversi menjadi motor listrik. Target tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut pemerintah akan mendorong konversi hingga sekitar 120 juta unit sepeda motor secara bertahap. Program ini tidak hanya ditujukan untuk menekan konsumsi BBM, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi biaya operasional masyarakat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang