Video mobil listrik Chery J6 yang menerobos banjir belum lama ini viral di media sosial. Aksi tersebut memancing perhatian warganet, sekaligus memunculkan pertanyaan soal seberapa aman kendaraan listrik digunakan di kondisi genangan air. Menanggapi hal itu, Chery Sales Indonesia menegaskan bahwa J6 memang dibekali kemampuan melintasi genangan, tetapi tetap memiliki batas teknis yang tidak boleh dilampaui. Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, mengatakan Chery J6 memiliki kemampuan water wading depth hingga 600 milimeter atau sekitar 60 sentimeter. “Chery J6 memiliki kemampuan water wading depth hingga 600 mm atau sekitar 60 cm. Angka ini merupakan batas teknis maksimum yang diuji dalam kondisi tertentu," kata Budi, kepada Kompas.com, Rabu (14/1/2025). Tidak hanya itu, sistem baterai telah Chery J6 juga dilengkapi perlindungan tinggi terhadap air dan debu dengan grade IP68. Dalam kondisi tersebut, kendaraan mampu melewati genangan air hingga setinggi 1 meter selama 30 menit. Budi melanjutkan, pemilik kendaraan bisa datang ke diler Chery terdekat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila kendaraan melewati batas tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi unit Chery J6 tetap aman dan bekerja secara optimal. Namun pihaknya tetap menegaskan bahwa kendaraan tidak direkomendasikan untuk menerobos banjir. Chery J6 "Menerobos banjir tidak direkomendasikan, baik pada mobil listrik maupun mobil bermesin konvensional, terutama jika ketinggian air melebihi batas aman atau arus cukup deras," kata dia. "Paparan air berlebih dalam waktu lama berisiko menyebabkan kerusakan pada komponen kendaraan, seperti konektor, sensor, modul elektronik, serta bagian mekanis lainnya. Jika terpaksa melintasi genangan, batas aman mengikuti spesifikasi water wading," lanjutnya. Chery menekankan bahwa kemampuan melintasi banjir bukan berarti kendaraan bisa digunakan secara bebas di kondisi ekstrem. Batas 60 cm merupakan hasil pengujian teknis dalam situasi tertentu, bukan untuk penggunaan rutin. Chery juga mengingatkan bahwa risiko kerusakan akibat air tetap ada, baik pada mobil listrik maupun mobil bermesin konvensional. Komponen seperti konektor, sensor, modul elektronik, hingga bagian mekanis berpotensi mengalami gangguan apabila terpapar air berlebih. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang