Jetour T2 setir kanan meluncur perdana secara global di GIIAS 2025. Jetour T2 yang sudah dipasarkan di Indonesia saat ini dikenal sebagai SUV bergaya petualang dengan mesin bensin dan harga normal di kisaran Rp588 juta on the road Jakarta. Namun, di balik model yang sudah dijual, ternyata Jetour menyiapkan strategi yang lebih luas untuk pasar Tanah Air. Hal ini terungkap dari data terbaru Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) tahun 2026 yang memperlihatkan adanya beberapa varian baru Jetour T2. Bukan hanya versi plug-in hybrid (PHEV), tetapi juga varian lebih terjangkau dengan sistem penggerak dua roda alias 4x2. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dalam data yang dilihat VIVA Otomotif Rabu 22 April 2026 itu, Jetour T2 4x2 tercatat memiliki NJKB sebesar Rp275 juta, sementara varian 4x4 berada di angka Rp295 juta. Adapun versi elektrifikasinya, yakni T2 PHEV 1.5 TD, memiliki NJKB sebesar Rp316 juta. Kehadiran varian 4x2 ini menjadi sinyal kuat bahwa Jetour ingin memperluas jangkauan pasar T2. Jika selama ini model yang dijual cenderung berada di segmen atas, maka versi 4x2 berpotensi menjadi opsi lebih terjangkau bagi konsumen yang menginginkan tampilan gagah tanpa harus membayar mahal untuk sistem penggerak empat roda.Secara hitungan kasar, dengan melihat pola selisih antara NJKB dan harga jual kendaraan di Indonesia, varian T2 4x2 diperkirakan bisa dibanderol di kisaran Rp500 jutaan. Angka ini tentu lebih rendah dibanding versi yang saat ini sudah dijual.Di sisi lain, Jetour juga tetap menyiapkan varian PHEV sebagai langkah menuju elektrifikasi. Versi ini diproyeksikan hadir dengan teknologi yang lebih canggih, termasuk kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik murni.“Kami menargetkan peluncurannya pada semester kedua 2026, yakni untuk versi PHEV,” ujar Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah beberapa waktu lalu.Secara global, Jetour T2 memang tersedia dalam beberapa pilihan mesin, mulai dari bensin hingga plug-in hybrid, dengan konfigurasi penggerak roda depan maupun empat roda. Hal ini membuat model tersebut fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasar. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Strategi menghadirkan varian lebih murah dan versi elektrifikasi sekaligus menunjukkan bahwa Jetour tidak hanya ingin bermain di segmen niche. Dengan opsi yang lebih luas, T2 berpotensi menjangkau konsumen yang lebih beragam, mulai dari pengguna urban hingga pecinta SUV bergaya petualang.Jika seluruh varian ini benar-benar meluncur, persaingan di segmen SUV 500–700 jutaan dipastikan akan semakin panas. Jetour T2 bukan hanya menawarkan desain yang berbeda, tetapi juga pilihan teknologi dan harga yang lebih variatif dibanding rival di kelasnya.