Kebakaran yang baru-baru ini melanda Pasar Mobil Kemayoran menghanguskan empat toko di Blok A. Keempat toko tersebut meliputi satu unit bengkel, satu toko sparepart khusus Toyota, serta dua toko aksesoris mobil. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, seluruh barang yang ada di dalam ruangan hangus terbakar. Meski begitu, secara fisik struktur bangunan toko masih terlihat utuh. Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar toko-toko tersebut bisa kembali beroperasi? Kondisi toko yang terbakar di pasar mobil Kemayoran, Senin (21/9/2026) Kebakaran di Masa Lalu Irfan, pemilik toko kaca film di Pasar Mobil Kemayoran, menjelaskan bahwa proses pemulihan area pasca-kebakaran tidak bisa berlangsung cepat. Berkaca dari kejadian sebelumnya di Blok S, proses perbaikan hingga toko siap diisi kembali memakan waktu hingga bertahun-tahun. “Biasanya yang bekas kebakaran sebelumnya, kosong dulu. Enggak segampang itu merombaknya, tempatnya juga kalau sudah kebakar. Kayak yang dulu, kan tiga tahun baru (selesai) dibangun,” ujar Irfan kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2026). Irfan menambahkan bahwa masa vakum selama tiga tahun sangat memberatkan para pedagang. Mereka terpaksa kehilangan mata pencaharian dan harus memulai usaha dari nol di lokasi baru. “Lama, mau ke mana itu tiga tahun. Orang perlu makan, perlu apa enggak ada tempat. Tiga tahun kan dulu sempat vakum, yang enggak ada toko, cari-cari ke mana. Mulai dari nol lagi,” kata Irfan. Meskipun asuransi menjadi sarana antisipasi, Irfan menegaskan bahwa lamanya proses pembangunan ulang tetap menimbulkan ketidakpastian bagi keberlangsungan usaha mereka. Klaim Asuransi dan Ketidakpastian Operasional Senada dengan Irfan, Afon, pemilik toko sparepart Toyota Sumber Makmur yang lokasinya persis di sebelah toko terbakar, mengungkapkan bahwa insiden ini merupakan kali pertama terjadi di Blok A. Toko di Pasar Mobil Kemayoran, lokasi yang berdekatan dengan toko yang terbakar Ia menyebutkan bahwa opsi utama pedagang saat ini adalah mengajukan klaim ke pihak asuransi, meski proses tersebut membutuhkan waktu lama. “Baru pertama kali kejadian di Blok A. Enggak ada (antisipasi), paling ya kita klaim ke asuransi. Cuma tetap kita kan enggak mau kejadian. Pasti klaim berbulan-bulan, tadinya kerja jadi enggak bisa kerja,” tutur Afon. Afon menegaskan bahwa untuk bisa kembali berjualan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selama masa tunggu klaim dan pembenahan toko, para pedagang harus menghadapi kenyataan terhentinya aktivitas pekerjaan mereka.