Pemerintah RI menargetkan pengoperasian Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan sebagai momentum penguatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, melalui proyek ini Indonesia mulai memproduksi BBM berkualitas setara Euro 5 dari kilang dalam negeri. Fasilitas tersebut juga membuka peluang pengurangan hingga penghentian impor BBM, terutama solar. Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean) “Insya Allah setelah RDMP Kilang Balikpapan beroperasi, impor solar akan dihentikan. Ini bagian dari upaya mendorong kedaulatan energi,” ujar Bahlil dalam keterangannya dikutip Senin (12/1/2026). "Yang (RDMP) sekarang kualitasnya sangat bagus sekali, sudah menuju setara dengan Euro 5, dan ini menuju kepada net zero emission," lanjutnya. Saat ini kebutuhan solar nasional tercatat sebesar 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, pasokan biodiesel melalui program B40 menyumbang sekitar 15,9 juta kiloliter. Dengan demikian, kebutuhan solar murni berada di kisaran 23,9 juta kiloliter per tahun. Produksi solar nasional sendiri telah mencapai 26,5 juta kiloliter per tahun. Untuk bensin, kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Konsumsi terbesar berasal dari bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kiloliter per tahun. Sementara itu, konsumsi bensin RON 92 tercatat sekitar 8,7 juta kiloliter per tahun. Adapun bensin RON 95 dan RON 98 mencapai sekitar 650 ribu kiloliter per tahun. Pertamina menargetkan proyek Revamping Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur mulai beroperasi pada 17 November 2025. Optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan peningkatan produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 hingga 5,8 juta kiloliter per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 dapat ditekan hingga sekitar 3,6 juta kiloliter per tahun. “Ke depan, penerapan E10 berpotensi menghemat impor bensin hingga 3,9 juta kiloliter per tahun,” kata Bahlil. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang