Anggapan soal membeli bensin pada malam hari lebih menguntungkan dibandingkan siang hari masih banyak dipercaya masyarakat. Kepercayaan ini kerap muncul dari pengalaman sehari-hari pengendara yang merasa waktu pengisian BBM ikut memengaruhi banyak atau tidaknya bensin yang didapat. Pakar teknik mesin dan biosistem IPB University, Leopold Oscar Nelwan, mengatakan perbedaan volume BBM akibat suhu memang ada secara ilmiah, tetapi sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari. “Perbedaannya memang ada, tetapi sangat kecil dan tidak signifikan untuk penggunaan kendaraan harian,” katanya dikutip dari , Selasa (13/1/2025). Leopold menjelaskan, BBM seperti bensin dan solar memiliki sifat fisika berupa pemuaian ketika suhu meningkat. Ketika suhu naik, volume BBM akan sedikit bertambah, namun massa dan kandungan energi totalnya tetap sama. Isi bensin “Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah. Ini sifat alami fluida,” kata dia. Sementara, Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto, menjelaskan bahwa perubahan temperatur memengaruhi densitas bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, saat temperatur turun, densitas BBM akan meningkat. “Intinya, ketika temperatur turun, densitas BBM meningkat,” katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, belum lama ini. Tri menjelaskan, saat truk tangki BBM tiba, petugas akan mengukur temperatur dan densitas BBM, kemudian mengonversinya menggunakan tabel American Society for Testing and Materials (ASTM) 54. Jika pada suhu 15 derajat Celcius densitas BBM berada pada angka tertentu, maka nilai itulah yang digunakan sebagai dasar transaksi agar perhitungan tetap adil bagi semua pihak. Dengan demikian, harga BBM per liter dihitung seolah-olah berada pada suhu 15 derajat Celsius, meskipun kondisi lapangan bisa berbeda. Angka koreksi tersebut diperoleh melalui tabel standar yang telah ditetapkan. Meski begitu, Tri menambahkan bahwa di Indonesia selisih suhu antara siang dan malam relatif kecil, sehingga perbedaan volume BBM akibat koreksi temperatur juga tidak terlalu signifikan. Jadi, anggapan bahwa membeli bensin pada malam hari jauh lebih menguntungkan dibandingkan siang hari tidak sepenuhnya tepat. Meski secara teori suhu dapat memengaruhi volume BBM, dampaknya dalam kondisi Indonesia relatif kecil dan tidak signifikan, sehingga konsumen tidak perlu khawatir berlebihan soal waktu pengisian bahan bakar. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang