Mobil listrik memiliki karakteristik yang berbeda dengan kendaraan bermesin bensin maupun diesel. Selain cara berkendara, pemilik juga perlu memperhatikan cara merawat baterai dan sistem kelistrikan agar kendaraan tetap bekerja optimal. Pemilik Dokter Mobil Jakarta, Lung Lung, mengatakan, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya diperhatikan pemilik mobil listrik, terutama yang berkaitan dengan baterai dan sistem kelistrikan. Berikut tiga hal yang sebaiknya dihindari pemilik mobil listrik 1. Terlalu Sering Fast Charging Pengisian daya cepat atau fast charging memang memudahkan pemilik mobil listrik, terutama ketika membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat. Namun, Lung Lung menyarankan agar fast charging tidak dilakukan terlalu sering karena proses tersebut membuat baterai menghasilkan panas yang lebih tinggi. "Jangan terlalu sering fast charging karena yang namanya fast charging itu bikin panasnya itu panas sekali," ujar Lung Lung, Senin (14/9/2026). Berbagai macam jenis aksesori mobil dan motor di jual saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (16/8/2017). GIIAS 2017 akan berlangsung hingga 20 Agustus 2017 Fast charging tetap bisa digunakan ketika memang dibutuhkan, misalnya saat melakukan perjalanan jauh. Sementara untuk penggunaan sehari-hari, pemilik bisa menyesuaikan metode pengisian dengan kebutuhan dan rekomendasi dari masing-masing pabrikan. Sebab, setiap mobil listrik memiliki sistem manajemen baterai dan batas pengisian yang berbeda. 2. Asal Menambah Aksesori Kelistrikan Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah pemasangan aksesori tambahan. Menurut Lung Lung, pemilik sebaiknya tidak terlalu sering melakukan perubahan atau penambahan aksesori yang berkaitan dengan sistem kelistrikan kendaraan. Baterai mobil listrik Toyota bZ4X. "Jangan sering ganti-ganti aksesori kelistrikan, misalnya ganti lampu, pasang audio, itu kan jadi beban buat baterai atau kelistrikan," kata Lung Lung. Penambahan perangkat kelistrikan yang tidak sesuai dapat menambah beban pada sistem kendaraan. Dalam kondisi tertentu, modifikasi yang dilakukan tanpa memperhatikan spesifikasi kendaraan juga berpotensi menimbulkan masalah pada sistem kelistrikan. Karena itu, pemilik sebaiknya memastikan aksesori tambahan memang sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan pemasangannya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem kelistrikan mobil listrik. 3. Mengabaikan Perawatan Baterai Baterai merupakan salah satu komponen terpenting sekaligus paling mahal pada mobil listrik. Karena itu, kondisinya perlu diperhatikan selama masa penggunaan kendaraan. Lung Lung menyarankan baterai mobil listrik mendapatkan perawatan secara berkala. "Baterainya juga harus dibersihin, minimal enam bulan sekali menurut saya," ujar Lung Lung. Perawatan tersebut diperlukan untuk menjaga kondisi komponen baterai dan sistem di sekitarnya tetap baik. Namun, interval perawatan tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi masing-masing pabrikan. Pemilik juga sebaiknya melakukan pemeriksaan apabila menemukan gejala yang tidak biasa, terutama yang berkaitan dengan sistem pengisian atau baterai. Dengan memahami karakteristik mobil listrik, pemilik bisa mengurangi kebiasaan yang berpotensi membebani baterai maupun sistem kelistrikan kendaraan.