Kondisi baterai menjadi salah satu hal yang sering dipertimbangkan calon konsumen sebelum membeli mobil listrik. Pasalnya, baterai merupakan salah satu komponen terpenting pada kendaraan listrik sekaligus memiliki harga yang relatif mahal. Seiring pemakaian, kapasitas baterai juga bisa mengalami penurunan. Namun, pengalaman setiap pemilik mobil listrik bisa berbeda. Cara pengisian daya, frekuensi penggunaan fast charging, hingga kebiasaan pemilik dalam menjaga kapasitas baterai bisa menjadi bagian dari cerita masing-masing pengguna. Sejumlah pemilik mobil listrik yang sudah menggunakan kendaraannya selama dua hingga tiga tahun pun membagikan kondisi baterai mobil mereka. Ada yang Masih 100 Persen Joni, BYD Atto 3 yang sudah menggunakan mobil ini selama hampir dua tahun mengatakan, mayoritas pengisian daya dilakukan di rumah dengan daya 6 kWh. Selama hampir dua tahun pemakaian, ia baru dua kali menggunakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). "Saya selalu charging di rumah dengan daya 6 kWh, hanya dua kali di SPKLU," ujar Joni. Ia juga belum merasakan adanya penurunan jarak tempuh dari mobil yang digunakan sehari-hari. "Sejauh ini pengurangan jarak tempuh tidak ada, di mobil saya aman," katanya. Hal senada juga dirasakan oleh, pemilik Hyundai Ioniq 5, Keiko, yang sudah menggunakan mobil listrik tersebut hampir tiga tahun. Selama penggunaan, ia mengaku lebih sering melakukan pengisian daya menggunakan wall charger di rumah. Sementara fast charging hanya digunakan ketika bepergian ke luar kota dan frekuensinya terbilang jarang. Review pengguna MG4 EV "Kalau charge pakai wall charging di rumah, yang slow biasa. Pakai fast charging kalau lagi keluar kota saja dan jarang," ujar Keiko, kepada Kompas.com, Senin (28/9/2026).