Baterai menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor listrik. Seiring pemakaian, kondisi baterai dapat mengalami penurunan, terutama jika kendaraan digunakan secara rutin untuk aktivitas sehari-hari. Lantas, berapa lama baterai motor listrik mulai mengalami penurunan kondisi atau drop? Alfian, mekanik AD Service Solo, mengatakan usia pakai baterai dapat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan kendaraan. Motor listrik yang digunakan setiap hari, terlebih dengan gaya berkendara agresif dan pengisian cepat yang terlalu sering, berpotensi mengalami penurunan kondisi baterai lebih cepat. Ilustrasi baterai motor listrik United E-Motor “Kalau normalnya di atas dua tahun. Kalau pemakaian setiap hari dan sering kebut-kebutan, setiap hari pakai fast charging, itu paling satu tahun sudah rusak. Tapi kalau buat sehari-hari, buat dalam kota saja, itu lebih aman dan masa pakainya bisa lebih panjang,” ucap Alfian kepada Kompas.com, belum lama ini. Artinya, usia baterai tidak hanya ditentukan oleh lamanya kendaraan digunakan, tetapi juga dipengaruhi cara motor listrik dikendarai serta kebiasaan pengisian dayanya. Penurunan kondisi baterai juga dapat dirasakan dari performa motor listrik. Salah satu tandanya adalah kecepatan kendaraan mulai berkurang meskipun indikator baterai menunjukkan kondisi penuh. “Biasanya setelah 7 bulan atau 1 tahun pemakaian itu, pasti kendaraannya saat digas yang biasanya kecepatannya bisa katakanlah maksimal 35. Nah ini baterai full, di gas dia kecepatannya berkurang. Jadi agak lemot jadi 30 kadang 25,” ucapnya. Jadi, sebagai langkah pencegahan, pemilik motor listrik sebaiknya memperhatikan pola penggunaan dan pengisian daya agar kondisi baterai tetap terjaga. Selain itu, pemeriksaan baterai secara berkala dapat dilakukan untuk mengetahui lebih awal jika mulai terjadi penurunan performa.