Mobil listrik mulai menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Salah satu pengguna Aletra L8, Zyovanni Satya Negara, membagikan pengalamannya menggunakan mobil listrik tersebut sejak April 2026. Selama pemakaian, Aletra L8 miliknya telah menempuh jarak sekitar 70.000 kilometer. Mobil listrik tersebut digunakan Zyovanni sebagai kendaraan taksi online sehingga memiliki intensitas pemakaian yang cukup tinggi. Meski telah menempuh jarak puluhan ribu kilometer, ia menyebut desain eksterior menjadi salah satu hal yang membuatnya menyukai Aletra L8. "Saya suka tampilan luarnya. Depan terkesan aerodinamis. Belakang gagah dan futuristik," kata Zyovanni Aletra L8 kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2026). Kabin Lega dan Nyaman Berkendara Aletra L8 Ev Selain desain eksterior, Zyovanni juga memberikan penilaian positif terhadap bagian interior Aletra L8. "Area kabin lega, mewah dan premium," katanya. Menurut dia, kenyamanan juga menjadi salah satu kelebihan yang dirasakan selama menggunakan mobil listrik tersebut. "Rasa berkendara juga nyaman," ucapnya. Efisiensi biaya operasional juga menjadi salah satu alasan Aletra L8 dinilai menarik. Pemilik mengaku mobil listrik tersebut terasa irit karena menggunakan tenaga listrik."Irit karena listrik," katanya. Berdasarkan penggunaan sehari-hari, ia menyebut konsumsi listrik Aletra L8 berada di kisaran 7 kilometer per kWh. Baterai Diklaim Bergaransi hingga 500.000 Kilometer Salah satu hal yang turut menjadi pertimbangan pemilik adalah garansi baterai. Ia menyebut baterai Aletra L8 memiliki garansi hingga 500.000 kilometer. "Baterai garansi sampai 500.000 km, tertinggi di antara yang lain. Satu grup dengan Geely dan Volvo yang kualitasnya sudah teruji," ucapnya. Pengalaman Bawa Aletra L8 ke Puncak Aletra L8 milik Zyovanni Satya Negara. Aletra L8 milik Zyovanni juga sudah digunakan untuk perjalanan ke kawasan Puncak. Menurutnya, mobil tersebut tidak mengalami kendala berarti saat digunakan di jalur menanjak. "Aman aja ke Puncak, malah ketika pulang lebih irit. Baterai bisa nambah karena ada fitur regenerative braking," katanya. Fitur regenerative braking memungkinkan energi yang dihasilkan saat kendaraan melakukan perlambatan dikonversi kembali menjadi energi listrik dan disimpan ke baterai. Kekurangan Meski memberikan sejumlah penilaian positif, jaringan dealer Aletra yang masih terbatas menjadi salah satu kekurangan selama penggunaan. "Minor sih, seperti dealer masih sedikit, penggunaan merek baru yang belum dikenal, padahal aslinya produk Geely yang sudah teruji," katanya. Pengisian Daya Masih Mengandalkan SPKLU Aletra L8 milik Zyovanni Satya Negara. Untuk kebutuhan pengisian daya, Zyovanni mengaku menggunakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). "SPKLU, karena di rumah lambat,” ucapnya. Dengan konsumsi listrik sekitar 7 km per kWh, kebutuhan energi Aletra L8 bergantung pada jarak tempuh serta pola penggunaan masing-masing pemilik. Sementara itu, untuk pajak kendaraan, pemilik Aletra L8 menyebut biaya yang dibayarkan sekitar Rp 450.000. Secara keseluruhan, pengalaman penggunaan Aletra L8 yang dibagikan Zyovanni menunjukkan sejumlah kelebihan, mulai dari desain, kabin yang lega, kenyamanan berkendara, hingga efisiensi listrik. Di sisi lain, jaringan dealer yang masih terbatas dan status merek yang relatif baru menjadi beberapa hal yang masih menjadi catatan.