Pemilik Toyota Veloz Q Hybrid, Hariez Nalendra (42), mengaku cukup terkejut dengan efisiensi bahan bakar mobil hybrid pertamanya, yang sudah dipakai selama kurang lebih 1 bulan sejak diterima. Setelah menempuh jarak sekitar 1.100 kilometer untuk penggunaan harian hingga perjalanan luar kota, ia menilai konsumsi BBM Veloz Hybrid jauh lebih hemat dibanding mobil sebelumnya. Pria yang berdomisili di Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu sebelumnya menggunakan Avanza G 2023 sebagai kendaraan operasional harian. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 Kini, Veloz Q Hybrid digunakan untuk antar-jemput sekolah anak, kebutuhan usaha, hingga perjalanan akhir pekan ke Bandung dan Bogor. Menurut Hariez, alasan utama dirinya beralih ke Veloz Hybrid adalah efisiensi bahan bakarnya yang signifikan. Ia mengatakan, konsumsi BBM mobil tersebut rata-rata berada di kisaran 18 -19,5 kilometer per liter berdasarkan MID, untuk penggunaan dalam kota Jakarta yang identik dengan kemacetan. Menariknya, menurut Hariez, kondisi macet justru membuat mobil semakin hemat karena motor listrik lebih sering bekerja dibanding mesin bensin. Toyota Veloz Hybrid IIMS 2026 Irit BBM dan Kabin Lebih Nyaman Hariez mengaku pengeluaran bahan bakarnya turun drastis sejak menggunakan Veloz Hybrid. Sebelumnya, ia menggunakan Avanza G 1.5 CVT. “Saya itu irit 1,5 juta sebulan. Pokoknya pengeluaran saya bensin itu yang dulu pakai Avanza itu sekitar Rp 2 juta. Sekarang saya isi cuma Rp 500.000 sekian,” ujar Hariez, kepada Kompas.com (20/5/2026). Selain irit, Hariez juga menyoroti peningkatan kenyamanan kabin. Ia menilai kualitas peredaman Veloz Hybrid jauh lebih baik dibanding mobil lamanya. Interior Toyota Veloz Hybrid “Kabinnya itu lebih kedap kalau dibandingin dengan mobil saya yang sebelumnya. Karet-karetnya lebih bagus, terus juga suara mesinnya senyap karena dia hybrid,” kata dia. Kondisi kabin yang lebih senyap terasa terutama ketika mobil berjalan menggunakan tenaga baterai. Menurut Hariez, suara dari luar seperti road noise maupun suara hujan di atap juga jauh lebih minim. Hal lain yang membuatnya puas adalah performa mesin hybrid yang dinilai responsif. Ia menyebut torsi mobil terasa instan bahkan saat pedal gas ditekan sedikit. Mesin Toyota New Veloz Hybrid EV Kemampuan menanjak juga disebut meningkat signifikan dibanding Avanza generasi sebelumnya yang pernah ia gunakan. “Jauh lebih enak stop and go-nya, semuanya. Mode power juga terasa saya bahkan bisa nyelip pas tanjakan,” kata Hariez. Selain itu, sistem pendingin kabin juga menjadi salah satu hal yang paling ia sukai. Menurutnya, AC Veloz Hybrid sangat dingin bahkan ketika temperatur diatur pada suhu tinggi. Baterai pada Toyota Veloz Hybrid EV Fitur Masih Kalah dari Mobil China Meski puas dengan performa dan efisiensi, Hariez menilai masih ada beberapa kekurangan pada Veloz Hybrid, terutama dari sisi fitur hiburan dan interior. Menurut dia, dengan harga mobil yang berada di kisaran Rp 355 juta hingga Rp 360 juta, fitur entertainment yang diberikan masih terasa minim dibanding kompetitor asal China. “Dengan harga segitu, fitur yang dikasih tetap aja kerasa minimal. Head unit-nya standar banget. Cuma menang di CarPlay doang,” kata Hariez. Tombol Power Veloz Hybrid Ia juga mengkritik monitor penumpang baris tengah yang dinilai kurang modern karena masih mengandalkan flash disk untuk memutar video. “TV yang tengah itu tidak langsung berfungsi, harus pakai flash disk lagi. Zaman sekarang ya harusnya kan kita minimal nonton YouTube atau dia kasih Netflix lah di situ streaming,” ujarnya. Kritik lain datang dari pengaturan jok depan yang masih manual. Menurut Hariez, fitur kursi elektrik seharusnya sudah tersedia di kelas harga tersebut. Toyota New Veloz Hybrid EV Dari sisi eksterior, Hariez juga merasa tampilan belakang Veloz Hybrid kurang berbeda dibanding versi bensin biasa. Ia bahkan menyinggung desain lampu sein belakang yang dianggap terlalu kecil dan kurang menarik secara visual. “Lampu sein itu kecil banget. Udah segede tahu gitu tok kayak tahu Sumedang ditempel di mobil. Enggak ada istimewanya sama sekali,” kata Hariez. Meski demikian, secara keseluruhan ia mengaku puas dengan penggunaan Veloz Hybrid sejauh ini. Hariez bahkan menilai penghematan bensin dalam jangka panjang dapat menutup potensi biaya penggantian baterai hybrid di masa depan. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa Kelebihan: Kabin lebih kedap dibanding Avanza sebelumnya, respons gas instan dan torsi besar, biaya bensin turun drastis, dalam kondisi macet mobil justru lebih hemat Kekurangan: head unit dianggap terlalu standar untuk harga Rp 355-360 jutaan, sistem hiburan kalah modern dibanding mobil China, desain terlalu mirip versi non-hybrid, fitur keseluruhan dianggap kurang istimewa di kelasnya KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang