Memiliki mobil listrik kini menjadi pilihan menarik di tengah kondisi ekonomi saat ini. Kenaikan harga BBM dan antrean panjang di SPBU bukan lagi menjadi kekhawatiran para pemilik kendaraan elektrifikasi. Pengisian daya yang bisa dilakukan di rumah, pajak tahunan yang jauh lebih terjangkau, hingga penghematan biaya operasional harian menjadi nilai tambah utama. Pengalaman kepemilikin BYD Dolphin selama satu tahun Namun, sebagai kendaraan canggih, ada saja permasalahan yang dialami para pemiliknya, mulai dari penurunan kesehatan baterai, kendala kaki-kaki, hingga antrean di SPKLU. Karakter Suspensi, Kaki-kaki, dan Kenyamanan Kabin Sektor kenyamanan dan dinamika berkendara menjadi catatan utama bagi beberapa pemilik kendaraan listrik harian. Jason, pemilik MG4 EV sejak 2024 yang mengandalkan mobilnya sebagai kendaraan harian, mengaku puas meski ada penyesuaian pada karakter suspensi. Review Wuling Darion EV Setelah 9.000 Km, Apa Plus Minusnya? "Overall, selama ini saya sangat puas dengan mobilnya hampir tidak ada kendala. Trade-off-nya adalah karakter suspensi yang cenderung stiff (keras), tapi masih dalam tahap yang bisa ditoleransi," ujar Jason kepada Kompas.com, Rabu (30/9/2026). Tapi setelah pemakaian rutin selama dua tahun, kesehatan baterainya kini berada di angka 92 persen dengan kondisi AC yang tetap aman. Masalah pada sektor kaki-kaki juga dirasakan oleh Om Benz, pemilik Wuling Darion EV sejak Desember 2025. Ilustrasi mobil listrik bekas, Hyundai Ioniq 5 Ia mengeluhkan kualitas ban bawaan pabrik yang dinilai terlalu empuk sehingga mengganggu stabilitas saat melaju kencang. "Lari di atas kecepatan 90 km/jam saja setirnya sudah goyang, terasa mengambang dan lari kanan-kiri," kata Om Benz. Untuk mengatasi hal tersebut, Om Benz mengganti ban bawaan dengan ukuran yang lebih lebar. Selain ban, ia juga mencatat sistem AC yang belum dilengkapi fitur pemanas sehingga kabin selalu terasa terlalu dingin, suspensi yang melenting saat dikendarai sendiri, serta munculnya bunyi halus pada sokbreker depan saat melintasi polisi tidur. Ilustrasi mobil listrik bekas Chery Omoda E5 Sementara itu, Ahlul Faradish Resha, pemilik Hyundai Ioniq 5 selama dua setengah tahun, menyoroti dimensi fisik kendaraannya. "Ground clearance tinggi, tapi karena sumbu roda terlalu panjang, kadang gasruk pada kondisi tertentu," ungkap Ahlul.