Pengisian daya baterai motor listrik umumnya membutuhkan waktu tertentu hingga kapasitasnya penuh. Namun, jika baterai tiba-tiba menunjukkan indikator penuh dalam waktu sangat singkat, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Pemilik Bogor Battery Electric Motion (BEMo), Hernest, mengatakan, baterai yang cepat penuh bisa menjadi salah satu tanda kerusakan, yang dapat diketahui dengan memperkirakan waktu pengisian berdasarkan kapasitas baterai dan kemampuan charger yang digunakan. “Misalnya normalnya baterainya adalah 60V 20Ah. Ini kapasitas baterainya. Charger kita adalah 5A. Berarti 20Ah dibagi 5A sama dengan 4. Nah itu 4 itu adalah asumsinya adalah 4 jam,” kata Hernest kepada Kompas.com, baru-baru ini. Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun Dengan perhitungan tersebut, baterai 20Ah yang menggunakan charger 5A secara teori membutuhkan sekitar empat jam untuk terisi penuh. Waktu sebenarnya bisa berbeda tergantung kondisi baterai dan sistem pengisian. Hernest mengatakan, jika baterai yang seharusnya membutuhkan waktu beberapa jam justru menunjukkan indikator penuh hanya dalam hitungan menit, pengguna perlu waspada. “Nah tapi ketika baterainya rusak, yang harusnya normalnya 4 jam penuh, baru dicolok sebentar 10 menit sudah full. Nah ini berarti tanda baterainya rusak,” kata Hernest. Menurut Hernest, kondisi tersebut dapat terjadi karena sel-sel di dalam baterai sudah tidak seimbang. “Udah gak balance sel-sel di dalamnya. Dan bilik-bilik di dalam sel,” kata Hernest..Jadi, indikator baterai yang cepat menunjukkan penuh tidak selalu berarti kondisinya baik, terutama jika waktu pengisian tiba-tiba jauh lebih singkat dari biasanya.