Tren kendaraan listrik kini terus berkembang di Tanah Air, terumasuk pada sektor kendaraan logistik. Chief Executive Officer Kalista Group Albert Aulia Ilyas memaparkan, sektor logistik menjadi salah satu yang paling cepat mengadopsi EV, terutama untuk segmen last mile dan middle mile. Bahkan, menurutnya model kendaraan seperti blind van hingga mini van listrik disebut sudah lebih dulu digunakan berbagai perusahaan sejak 2021-2022. "Kalau lima tahun lalu orang masih khawatir karena charging station sedikit dan antre. Sekarang di kota-kota besar SPKLU sudah jauh lebih banyak, sehingga operasional kendaraan listrik makin memungkinkan,” katanya pada acara forum diskusi bersama media, Rabu (21/5/2026). Albert mengatakan, dengan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) mendorong penggunaan EV logistik kini lebihberkembang dibanding beberapa tahun lalu. Misalnya di Jabodetabek hingga sebagian Pulau Jawa yang kini dari infrastruktur pengisian sudah semakin memadai untuk operasional kendaraan komersial ringan. Foton Indonesia gelar customer gathering dan product introduction di Surabaya sekaligus tandatangani kerjasama strategis dengan Kalista Apalagi, saat ini secara teknologinya makin matang, produk makin banyak, harga BBM tinggi, dan hitung-hitungan bisnisnya sudah masuk akal, Maka dari itu pamor kendaraan logistik akan semakin populer. Meski demikian, Kalista mengakui ada tantangan masih besar untuk kendaraan komersial berat seperti trailer dan bus antarkota. "Infrastruktur pengisian khusus heavy duty vehicle masih belum memadai, terutama di rest area jalan tol. Sebab, dengan bobot yang bongsor, truk heavy duty tak bisa mendekat ke infrastruktur pengisian listrik umum yang didesain lebih banyak untuk mobil penumpang," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang