Produsen otomotif asal China, Wuling Motors, membuka peluang menghadirkan mobil hybrid plug-in (PHEV) dengan harga lebih terjangkau di Indonesia. Langkah ini menjadi sinyal bahwa elektrifikasi tak hanya akan menyasar segmen menengah atas, tetapi juga pasar massal dengan banderol di bawah Rp 300 juta. Menurut Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian, saat ini lini PHEV yang dimiliki Wuling masih berada di segmen menengah ke atas, sehingga belum menyentuh konsumen dengan daya beli lebih luas. "Untuk saat ini memang PHEV yang kita miliki ini baru di Darion PHEV, dan segmennya masih middle high. Tapi kita masih pelajari untuk segmen PHEV ini. Yang pasti, kita melihat PHEV ini memang bisa potensial untuk semua segmen," kata Ricky di Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026). Sebagai gambaran, Wuling saat ini sudah memiliki model PHEV di Indonesia melalui Darion PHEV. Mobil ini dipasarkan di segmen menengah atas dengan kisaran harga Rp 439 juta hingga Rp 499 juta (OTR), sehingga posisinya masih cukup jauh dari kategori mobil elektrifikasi terjangkau. Wuling Darion PHEV Ia menambahkan, Wuling tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan PHEV dengan harga lebih kompetitif, termasuk di bawah Rp 300 juta. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar domestik. Menurut Ricky, pendekatan yang dilakukan Wuling dalam mengembangkan produk tidak semata-mata soal teknologi, tetapi juga bagaimana kendaraan tersebut bisa diterima oleh konsumen Indonesia. Karena itu, berbagai studi terus dilakukan untuk memahami karakter pasar, termasuk peluang menghadirkan PHEV di segmen harga yang lebih rendah. "Yang penting karena tujuan utama dari Wuling juga kita ingin memproduksi produk yang bisa diterima dengan baik oleh pasar Indonesia," ujarnya. Sebagai informasi, Wuling juga telah lebih dulu menghadirkan kendaraan listrik murni dengan harga relatif terjangkau melalui Air EV. Kehadiran model tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Jika studi PHEV murah terealisasi, bukan tidak mungkin strategi serupa juga diterapkan pada hybrid konvensional (HEV). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang