Belakangan ini beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah truk melaju secara ugal-ugalan di Jembatan Suramadu, Jawa Timur. Aksi tersebut diduga sengaja dilakukan demi membuat konten yang kemudian diunggah ke TikTok. Fenomena ini pun menjadi perhatian karena tidak hanya melanggar etika berkendara, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Dalam akun TikTok @habiburrohman221, terlihat sejumlah kendaraan yang melintas dari arah Surabaya menuju Madura sengaja berpindah ke lajur kanan sambil memainkan lampu sein. Bahkan, beberapa truk bermuatan penuh tampak bermanuver secara agresif di jalan. Diduga, aksi tersebut dilakukan atas kesepakatan antara pemilik akun dan pengemudi kendaraan untuk menghasilkan konten yang menarik perhatian warganet. Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, pihaknya mengetahui aksi tersebut setelah video beredar luas di media sosial. "Terkait aksi pengemudi truk maupun kendaraan lain yang melajukan aksi ugal-ugalan di Jembatan Suramadu, kami imbau agar semua pengendara tidak melakukan hal serupa," kata Agung, dikutip , Sabtu (25/7/2026). Menurut dia, aksi ugal-ugalan di jalan raya, terlebih di Jembatan Suramadu yang merupakan jalur cepat, sangat berbahaya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Video truk ngebut dan berjalan ugal-ugalan di jalanan Situbondo, Jawa Timur, beredar di media sosial. Sopir truk telah diamankan polisi. Demi Konten Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, video tersebut menjadi cerminan masih rendahnya budaya keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Menurut Jusri, jalan raya bukanlah tempat untuk menunjukkan keberanian ataupun mencari sensasi demi mendapatkan perhatian di media sosial. "Keselamatan itu harus dipahami dengan benar, lebih-lebih di jalan raya. Sebab jalan raya bukan soal siapa yang hebat. Jalan raya adalah ruang publik, jika kecelakaan bisa membahayakan orang lain," kata Jusri. Ia menambahkan, perkembangan media sosial membuat perilaku berbahaya semakin mudah ditiru. Ketika sebuah video viral, tidak sedikit orang yang terdorong melakukan hal serupa demi mengejar jumlah penonton maupun pengikut. Padahal, konten yang memperlihatkan aksi berbahaya justru bisa menjadi contoh buruk bagi masyarakat, terutama pengendara yang belum memiliki pemahaman soal keselamatan berkendara. Bisa Memicu Kecelakaan Beruntun Dalam kondisi lalu lintas normal sekalipun, manuver mendadak seperti berpindah jalur tanpa alasan, mengemudi zig-zag, atau sengaja memancing kendaraan lain untuk mengikuti aksi tertentu dapat memicu kecelakaan. Risikonya semakin besar jika dilakukan menggunakan truk bermuatan penuh. Kendaraan jenis ini memiliki bobot yang jauh lebih berat sehingga membutuhkan jarak pengereman lebih panjang dan lebih sulit dikendalikan ketika terjadi situasi darurat. Karena itu, pengemudi diimbau tidak menjadikan jalan raya sebagai lokasi pembuatan konten yang mengorbankan aspek keselamatan. "Guna mengatasi hal ini harus dilakukan gerakan revolusioner, bagaimana mengedukasi masyarakat berkeselamatan. Karena jika tidak, ini akan jadi contoh buat orang yang tidak paham, dan mereka akan melakukan hal yang lebih berbahaya," ujar Jusri. Ia pun berpesan kepada para kreator konten agar lebih bijak saat membuat video. "Buat orang yang membuat konten tolong jangan sampai konten ini menjadi pembelajaran perilaku yang berbahaya," kata Jusri.