Aksi kejar-kejaran kendaraan di jalan tol kerap dipicu oleh tindakan pengemudi agresif yang tidak bertanggung jawab, salah satunya modus menempel kendaraan lain demi menghindari tarif tol (tempel tol). Insiden terbaru yang melibatkan Mitsubishi Xpander dan Toyota Rush di Tol Semarang–Batang menjadi bukti nyata betapa tingginya risiko kecelakaan saat emosi mengambil alih kemudi. Alasan Pengemudi Bertindak Agresif Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan, pengemudi yang nekat melakukan aksi berbahaya hingga menerobos portal tol umumnya berada dalam tekanan psikologis atau kondisi yang tidak normal. "Tergantung kasus sebelumnya atau niat jahat dari yang bersangkutan. Bisa saja dia takut, mabuk, atau penjahat. Ending-nya pasti semua diterabas, kalau sudah seperti itu akal sehat pasti sudah hilang," ujar Sony kepada Kompas.com, Senin (10/8/2026). Sony menambahkan, praktik tempel tol sebetulnya sudah sering terjadi di lapangan. Namun, ia mengingatkan para pengguna jalan agar tidak langsung terpancing emosi hingga melakukan aksi pengadangan balik. Menjauh dan Hindari Konflik Langsung Menurut Sony, pertimbangan utama di jalan raya adalah keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Mengejar pelaku hanya akan memperbesar tingkat risiko bahaya. "Sebetulnya menghadapi perilaku pengemudi seperti ini yang paling aman adalah menjauh. Jika ada perilakunya yang melanggar atau merugikan, cukup rekam dan laporkan. Pihak pengelola tol sudah punya rekaman CCTV, biarkan mereka dan pihak kepolisian yang mengurus," kata dia. Langkah Tepat Jika Terjadi Benturan Apabila kendaraan mengalami benturan atau kontak fisik akibat ulah pengemudi lain, pengemudi disarankan untuk tetap berkepala dingin dan mengambil langkah terukur. "Lihat dulu seberapa besar dampaknya. Kalau saya, hindari konflik di jalan yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar. Cukup rekam dan foto pelat nomornya, lalu datangi kantor polisi," ucap Sony. Bagi pengemudi yang memutuskan untuk tetap mengawasi pergerakan pelaku di jalan tol, Sony menegaskan pentingnya menjaga batas aman. "Kalau mau mengikuti, jaga jarak aman. Jangan coba-coba memotong atau menghadang secara berbahaya," tutur Sony.