Kecelakaan McLaren 720S Coupe milik YouTuber Andra ST yang hancur tak berbentuk di Sukoharjo, Jawa Tengah, penting untuk dijadikan pelajaran bagi para pengendara. Evaluasi moral mendalam harus direnungkan oleh setiap pengguna jalan, khususnya para pemilik kendaraan performa tinggi. Jalan raya sering kali disalahartikan sebagai tempat pembuktian performa kendaraan ketika kondisinya sedang sepi. Pakar keselamatan berkendara sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan kembali hakikat mendasar dari fungsi jalan raya yang kerap dilupakan oleh para pengemudi. McLaren 720S Coupe "Perlu kita ingatkan bahwasanya jalan raya itu adalah ruang publik. Jalan Raya bukan sirkuit, bukan closed area atau area tertutup. Ketika Jalan Raya sepi, maka itu adalah tanda-tanda kita harus proaktif untuk antisipasi segala kemungkinan terburuk," ujar Jusri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. "Karena jalan raya sudah kita sepakati adalah ruang publik. Ketika kita merasa jalan sepi, maka orang-orang yang tidak terlihat di situ merasakan juga jalan sepi," kata Jusri. Kecelakaan di Sukoharjo yang merusak tiang listrik dan fasilitas umum ini harus menjadi momentum refleksi diri, sebuah peringatan keras sebelum kelalaian serupa merenggut nyawa orang lain yang tidak bersalah di kemudian hari. McLaren 720S Coupe "Mungkin kalau kejadian ini bisa terjadi dua kali, yang berikutnya mungkin akan makan korban. Keterlibatan pihak ketiga atau ada korban lain gitu kan," ujarnya. Pada akhirnya, ruang publik menuntut komitmen kolektif berupa empati dan kepatuhan hukum. Menjadikan insiden ini sebagai bahan pelajaran berharga jauh lebih penting daripada sekadar meratapi nilai kerugian materiil mobil miliaran rupiah yang kini telah terbelah dua. "Jadi ini anggap saja notifikasi awal atau notifikasi awal yang bisa menjadi pembelajaran untuk berlaku tertib ketika berada di ruang publik atau di jalan raya," kata Jusri.