Ketidakstabilan kondisi geopolitik global serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mulai memberikan dampak pada sektor purnajual otomotif. Kendati demikian, TVS Motor Company Indonesia mengambil kebijakan untuk menahan harga suku cadang resmi mereka agar tidak membebani konsumen. Mardani, Aftersales Manager TVS Indonesia menjelaskan bahwa penyesuaian harga saat ini hanya menyasar pada komoditas oli, sementara harga spare parts dipastikan masih tetap normal. "Jadi memang ada sedikit kenaikan karena dengan situasi rupiah ke dolar. Jadi sedikit ada kenaikan dari harga oli. Saat ini untuk spare parts belum. Kalau oli kita baru ada kenaikan," ujar Mardani di Jakarta. TVS Callisto 110 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 19 Jutaan Harga Oli Naik 40 Persen Mardani menyebutkan bahwa penyesuaian harga oli resmi TVS ini baru terjadi satu kali di sepanjang tahun ini. Kendati baru satu kali, besaran kenaikannya terhitung cukup signifikan, yakni menyentuh angka sekitar 40 persen. Kebijakan penyesuaian harga ini murni dipengaruhi oleh faktor eksternal terkait biaya pembelian bahan baku. Namun, TVS menjamin biaya jasa servis berkala di bengkel resmi tidak akan ikut mengalami kenaikan. "Kalau kenaikan olinya itu sampai sekitar 40 persen. Kita baru sekali (naikkan harga). Biaya servis tetap," kata Mardani. Stok Aman Meskipun harga pelumas mengalami penyesuaian dan situasi geopolitik dunia belum sepenuhnya stabil, TVS meminta konsumen tidak perlu mengkhawatirkan masalah kelangkaan barang. Jaringan distribusi lokal yang kuat membuat pasokan suku cadang dan pelumas di diler-diler resmi TVS tetap terjaga dengan aman. Pihak TVS pun berharap kondisi ekonomi segera membaik agar harga pelumas bisa kembali ditekan ke angka yang lebih rendah dan terjangkau bagi konsumen. "Kita harapkan pengen turun. Dari petrol juga kan mulai turun. Tapi kita lihat dari geopolitik, kalau memang ada penyesuaian, kita harapkan sih bisa lebih turun. Sehingga customer akan lebih puas dengan harga yang memang lebih baik. (Distribusi stok) aman, karena kita menggunakan distribusi dari lokal. Jadi enggak terpengaruh," pungkasnya.