Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan membeli mobil baru. Namun, calon pembeli perlu lebih teliti sebelum menentukan pilihan. Pasalnya, kondisi setiap mobil bekas berbeda, termasuk dari sisi riwayat pemakaian dan perawatan. Ferry Saputra, pemilik Showroom Gempol Motor dengan laman mobilKarawang.com, mengatakan calon pembeli sebaiknya memperhatikan kondisi fisik kendaraan sebelum melakukan transaksi. “Mobil bekas yang perlu diperhatikan kondisi fisik kendaraan, test drive. Kalau punya teman atau saudara atau montir yang benar-benar bisa dipercaya, boleh diajak untuk cek mobilnya secara langsung dan test drive," kata Ferry kepada Kompas.com, Senin (6/10/2026). Menurut Ferry, salah satu hal penting yang perlu dipastikan adalah mobil tidak pernah mengalami kecelakaan besar atau terendam banjir. "Poin pentingnya, mobil tidak bekas tabrakan besar, tidak bekas kebanjiran. Surat-surat pastikan asli dan aman. Jika di showroom terpercaya dan punya reputasi, lebih aman dan tanggung jawab," ucapnya. Ilustrasi mobil bekas. Sementara itu, Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor, mengatakan mobil bekas berusia satu hingga lima tahun bisa menjadi pilihan yang menguntungkan jika pembeli cermat memilih unit. "Beli mobil usia 1-5 tahun sebenarnya menguntungkan kalau pembeli hati-hati dalam memilih unit," kata Iwan kepada Kompas.com. Menurut dia, mobil dengan usia tersebut masih tergolong relatif baru, tetapi harga jualnya sudah lebih rendah dibandingkan mobil baru. Meski demikian, Iwan mengingatkan calon pembeli untuk memastikan riwayat servis kendaraan jelas dan dilakukan secara rutin, baik di bengkel resmi maupun bengkel yang terpercaya. Selain itu, kondisi mobil juga perlu diperiksa untuk memastikan kendaraan bukan bekas tabrakan atau terendam banjir. Calon pembeli dapat memperhatikan tanda-tanda seperti karat pada sejumlah bagian mobil maupun aroma lembap di interior. “Pastikan juga odometer tidak dimanipulasi. Kadang angka kilometernya kecil, tapi kondisi mobil sudah tidak sesuai,” kata Iwan. Pembeli juga sebaiknya tidak mudah tergiur dengan harga mobil bekas yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Menurut Iwan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah yang belum diketahui. Selain itu, untuk menghindari kesalahan saat membeli, calon konsumen disarankan mengajak orang yang memahami mobil atau menggunakan jasa inspeksi kendaraan untuk memeriksa unit secara menyeluruh. “Dan kalau bisa cari unit dari pemilik pertama, karena riwayat mobil biasanya lebih mudah ditelusuri,” ucap Iwan. Langkah tersebut penting dilakukan agar calon pembeli dapat mengetahui kondisi mobil dan riwayat penggunaannya sebelum membeli.