Kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap industri pembiayaan di Indonesia, khusus kredit kendaraan bermotor. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, dampak kebijakan The Fed terhadap kredit kendaraan di Indonesia akan sangat bergantung pada respons Bank Indonesia (BI) terhadap perubahan suku bunga global. “The Fed kan enggak ada urusan sama kita. Tapi tentunya yang akan menjadi perhatian kita adalah, dengan kenaikan suku bunga The Fed ini dampaknya pasti kita tunggu reaksi BI, Bank Indonesia seperti apa,” ujar Suwandi, kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2026). Booth Toyota di IIMS 2026 Menurut dia, terdapat kemungkinan BI turut menyesuaikan suku bunga acuannya sebagai respons terhadap perubahan kebijakan moneter AS. Namun, APPI memilih menunggu keputusan BI sebelum memperkirakan dampaknya terhadap industri pembiayaan. “Apakah BI rate akan dinaikkan? Asumsinya sih pasti kemungkinan akan mengikuti ya, tapi kita jangan mendahului. Kita tunggu dulu,” kata dia. Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil. Bergantung pada Bunga Perbankan Suwandi menjelaskan, apabila BI menaikkan suku bunga, dampaknya akan terlebih dahulu terasa pada sektor perbankan. Kondisi tersebut kemudian dapat berpengaruh terhadap perusahaan pembiayaan, mengingat industri multifinance masih banyak mengandalkan pinjaman dari perbankan sebagai salah satu sumber pendanaan. “Balik lagi ke perbankan nih. Perbankan tentu akan bereaksi kan. Kalau pun itu terjadi kenaikan kepada pembiayaan kendaraan bermotor dan mobil, perbankan mungkin, karena kita banyak tergantung dari bank pinjamannya, pasti menaikkan suku bunga,” ujar Suwandi. Ilustrasi suku bunga. The Fed Naik 25 Bps Sebagai informasi, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Kebijakan tersebut membawa kisaran target suku bunga federal funds menjadi 3,75 persen hingga 4,00 persen. Kenaikan ini menjadi yang pertama dilakukan The Fed sejak 2023. Bagi pasar otomotif Indonesia, perkembangan suku bunga perlu diperhatikan karena sebagian besar pembelian kendaraan bermotor dilakukan melalui skema pembiayaan. Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). Apabila kenaikan suku bunga global kemudian diikuti peningkatan suku bunga domestik dan biaya pendanaan perusahaan pembiayaan, bunga kredit kendaraan berpotensi ikut menyesuaikan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi besaran cicilan dan keputusan konsumen untuk membeli kendaraan baru.