Industri pembiayaan atau multifinance di Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang pertengahan tahun ini. Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, minat masyarakat terhadap penarikan kredit kendaraan bermotor dinilai masih cukup tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan oleh perusahaan multifinance mengalami pertumbuhan yang solid hingga periode Juli 2026. Sektor otomotif, baik mobil maupun sepeda motor, masih menjadi penopang utama dari pergerakan kredit tersebut. Piutang Tembus Rp 513 Triliun Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman memaparkan, kinerja sektor pembiayaan terus menunjukkan tren ekspansif. "Piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 12,01 persen year on year (yoy) pada Juli 2026 menjadi sebesar Rp 513,05 triliun,” ujar Agusman dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar daring, dikutip Selasa (8/9/2026). “Hal ini didukung terutama oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 6,32 persen year on year," kata dia. Ilustrasi pameran otomotif IIMS 2025 Pencapaian piutang yang menembus angka Rp 513 triliun ini menandakan bahwa daya beli masyarakat terhadap kebutuhan kendaraan bermotor, baik untuk keperluan konsumtif maupun penunjang kegiatan usaha, masih terjaga dengan baik. Kredit dan NPF Terkendali Tak hanya dari segi volume penyaluran yang meningkat, tingkat kesehatan industri pembiayaan otomotif juga tefleksikan dari kualitas kredit yang terjaga aman. Risiko kegagalan bayar atau Non-Performing Financing (NPF) diklaim berada di bawah ambang batas bahaya yang ditetapkan regulator. Agusman menegaskan, profil risiko perusahaan pembiayaan saat ini dalam kondisi yang sangat prima untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil. "Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 3,03 persen dan NPF Net sebesar 0,81 persen. Gearing ratio tercatat sebesar 2,10 kali, berada jauh di bawah batas maksimum sebesar 10 kali," kata Agusman. Angka NPF Gross sebesar 3,03 persen ini menjadi indikator penting bahwa perusahaan pembiayaan tidak hanya agresif dalam menyalurkan kredit kendaraan, tetapi juga menerapkan prinsip kehati-hatian yang ketat. Kondisi industri yang sehat ini memberikan sinyal positif bagi pasar otomotif nasional untuk terus bertumbuh hingga akhir tahun.