Produksi 1 juta unit motor TVS di Indonesia Direktur PT TVS Motor Company Indonesia, Rajesh Ramani, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil perjalanan panjang perusahaan sejak peresmian pabrik pada 2005. Saat itu, fasilitas manufaktur terintegrasi TVS diresmikan oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. GULIR UNTUK LANJUT BACA Produksi komersial dimulai pada Juli 2007 dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur sekaligus pusat ekspor untuk kawasan ASEAN dan sejumlah negara lain di luar India.“Pada awal berdirinya kami menginvestasikan sekitar 50 juta dollar AS. Dalam 18 tahun terakhir, investasi terus berlanjut hingga totalnya mencapai 250 juta dollar AS. Kami hadir untuk jangka panjang dengan komitmen menghadirkan produk berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Rajesh dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.Saat ini, TVS Motor Company Indonesia mempekerjakan lebih dari 700 karyawan secara langsung. Selain itu, kegiatan operasional perusahaan juga disebut berdampak tidak langsung kepada sekitar 5.000 keluarga melalui jaringan pemasok, distributor, kontraktor, dan mitra lainnya.Dari sisi distribusi, perusahaan didukung oleh 49 dealer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat layanan penjualan dan purna jual.Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, industri roda dua nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil di tengah tantangan sektor manufaktur.Ia juga menyinggung rencana pengembangan lini kendaraan listrik berbasis baterai NMC yang dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong kendaraan rendah emisi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Sebagai salah satu basis produksi global, pabrik TVS di Indonesia tidak hanya memasok kebutuhan domestik. Sebagian besar dari total produksi baik sepeda motor maupun kendaraan roda tiga telah diekspor ke berbagai negara di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Timur Tengah, Amerika Selatan, hingga Afrika.Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus melakukan modernisasi fasilitas produksi serta memperluas kapasitas untuk menjaga daya saing. Selain itu, penguatan kolaborasi dengan pemasok lokal dan mitra industri disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem manufaktur otomotif nasional