Kehadiran varian hybrid pada Low MPV seperti Toyota Veloz mulai memunculkan kekhawatiran terhadap nilai jual kembali model konvensionalnya di pasar mobil bekas. Andi, dari showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, mengatakan dampak kehadiran Veloz Hybrid sejauh ini dinilai belum terlalu signifikan. Andi menjelaskan, pengaruh ke pasar Veloz bekas memang sudah mulai terasa, tetapi masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan unit Veloz hybrid yang belum merata di pasaran. “Jadi, mereka itu masih inden, tidak langsung tersedia. Masa indennya juga cukup lama, sehingga dampaknya terjadi secara bertahap. Memang ada penurunan, tetapi tidak banyak," kata Andi kepada Kompas.com, belum lama ini. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 Ia menjelaskan, tren penurunan harga atau minat terhadap Veloz bekas memang tidak bisa dihindari, terutama dengan hadirnya teknologi baru yang lebih efisien seperti hybrid. "Penurunan itu pasti ada pengaruhnya, apalagi setelah muncul model seperti Veloz (hybrid), dan sebentar lagi kemungkinan menyusul Xpander Hybrid. Tahun ini memang mulai terasa, tetapi pengaruhnya belum signifikan," ujarnya. Lebih lanjut, Andi menilai dampak terbesar baru akan terlihat ketika unit Veloz hybrid sudah tersedia luas dan mulai masuk ke pasar mobil bekas. Pada fase tersebut, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan, sehingga tekanan terhadap harga model lama semakin terasa. "Kecuali kalau model barunya sudah benar-benar tersedia dan unit bekasnya mulai ada di pasar, baru dampaknya akan cukup terasa," kata dia. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 "Untuk sekarang, menurut saya masih tipis, belum terlalu terlihat karena unit bekasnya juga belum ada," ucapnya. Ia menambahkan, pergeseran pasar akan semakin jelas ketika populasi kendaraan hybrid meningkat dan mulai mendominasi jalanan. Kondisi tersebut secara otomatis akan mendorong munculnya unit bekas dan memengaruhi harga pasar. "Jadi memang harus menunggu sampai mobil tersebut mulai banyak digunakan dan beredar di jalan. Kalau sudah begitu, pengaruhnya pasti mulai terasa karena unit bekasnya akan mulai muncul,” kata Andi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang