Mobil hybrid (HEV) menggunakan dua sumber tenaga yang menggerakkan roda, dari mesin dan baterai. Sistemnya bergerak secara bergantian atau bahkan bisa berbarengan untuk mendapatkan performa paling efisien. Kendati dirancang memiliki masa pakai jangka panjang, komponen baterai HEV tetap dapat mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia pakai kendaraan. Lantas, bagaimana pemilik kendaraan dapat mengenali gejala awal saat baterai mobil hybrid mereka mulai melemah atau mengalami kerusakan? mesin hybrid milik Toyota Camry Mesin Lebih Sering Aktif Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa ketika baterai HEV mulai rusak atau menurun kemampuannya, mobil sebenarnya masih tetap bisa digunakan karena mengandalkan mesin pembakaran internal sebagai sumber tenaga utama. “Bila kemampuan baterai dalam menyimpan daya listrik sudah menipis, maka jarak tempuh motor listriknya akan berkurang, sehingga mesin bakar jadi lebih sering hidup untuk mengambil alih perannya,” ucap Jayan kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Jayan, kondisi baterai hybrid yang melemah membuat mode EV lebih jarang aktif meskipun gaya berkendara pemilik tidak berubah. Gejala lain yang dapat dirasakan pengemudi antara lain indikator baterai di dashboard yang naik-turun secara tidak wajar, tenaga kendaraan yang merosot, hingga motor listrik yang tidak lagi mampu membantu suplai tenaga secara optimal. Lampu Indikator Peringatan Menyala Selain perubahan karakter berkendara, tanda yang paling jelas terlihat adalah munculnya lampu peringatan (warning light) pada layar instrumen atau cluster meter. Andrew Jonathan, Manager Domo Hybrid EV, menerangkan bahwa setiap pabrikan memiliki kode atau pesan peringatan khusus ketika komputer kendaraan mendeteksi adanya gangguan pada sistem baterai. "Kalau Toyota biasanya muncul peringatan 'Check Hybrid System'. Sedangkan untuk mobil Honda, seperti Honda CR-Z, itu indikator 'IMA System' (Integrated Motor Assist) yang bakal menyala," ujar Andrew kepada Kompas.com. Apabila indikator tersebut sudah aktif, Andrew menegaskan bahwa titik permasalahannya hampir dipastikan mengarah pada sektor baterai yang membutuhkan pemeriksaan mendalam atau peremajaan. Baterai mobil hybrid Satu Modul Baterai Drop, Sistem Membaca Bermasalah Kerusakan pada sistem baterai hybrid jarang terjadi secara serentak di seluruh modul. Sebagai contoh, paket baterai pada Toyota Camry terdiri dari 34 modul yang saling terhubung secara seri. Andrew mengungkapkan bahwa penurunan kapasitas yang signifikan pada satu modul saja sudah cukup untuk memicu sinyal bahaya pada komputer kendaraan. "Misalkan kita cek semuanya masih oke, tapi ada satu modul saja yang kapasitasnya sudah nge-drop banget, itu mobil sudah langsung keluar indikator warning," jelas Andrew. Kondisi ini terjadi karena komputer kendaraan selalu memantau keseimbangan (balance) tegangan antar-modul. Ketika ada perbedaan kapasitas yang drastis, sistem akan membatasi kinerja demi keamanan.