Tanda baterai mobil hybrid (HEV) mulai rusak bakal muncul pelan-pelan. Pengemudi yang peka dari awal, bakal merasakan ada perbedaan performa dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) meningkat. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan ketika baterai HEV sudah rusak, mobil tetap bisa dioperasikan karena sumber tenaga masih ada dari mesin bakarnya. “Bila kemampuan baterai dalam menyimpan daya listrik sudah menipis, maka jarak tempuh motor listriknya akan berkurang, sehingga mesin bakar jadi lebih sering hidup untuk mengambil alih perannya,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Selasa (13/1/2026). Kondisi tersebut membuat mode EV jarang aktif, padahal cara berkendara tetap sama, misal tidak dipakai akselerasi terlalu sering. Bila mobil dilengkapi indikator baterai, maka akan terjadi kenaikan atau penurunan kapasitas daya listrik tak wajar. Seperti cepat naik atau turun, padahal tak ada manuver yang berubah secara signifikan. Selain itu, akan ada penurunan tenaga total, karena pada kondisi tersebut sumber tenaga lebih dominan dari mesin bakar. Sementara motor listrik sudah kurang mampu menyuplai tenaga seperti sedia kala. Tampilan layar display (MID) New Veloz Hybrid “Di bengkel ada alat ukur khusus untuk mengetahui level kesehatan baterai HEV, berupa persentase 0 sampai 100 persen, semakin kecil angkanya semakin buruk kondisi baterai,” ucap Jayan. Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan tanda baterai HEV sudah mulai lemah bisa dipantau dari hasil pengukuran level kesehatan baterai dari bengkel resmi. “Selain menampilkan angka persentase, alat tersebut juga bisa memberi statement apakah baterai masih layak pakai atau perlu diganti, dokumen ini akan dicetak setiap perawatan rutin di bengkel resmi,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Dokumen tersebut juga bisa menjadi penguat ketika mobil hybrid hendak dijual, karena sifatnya yang transparan dan objektif. Sehingga, calon pembeli mobil bekas bisa mengetahui secara langsung kondisi baterainya. Nah, itu beberapa tanda baterai mobil hybrid sudah mulai rusak. Hal ini bisa menjadi perhatian bagi pengguna atau calon pembeli mobil hybrid bekas. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang