JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil listrik semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia, termasuk untuk perjalanan jarak jauh ke luar kota. Salah satu model yang cukup banyak digunakan adalah MG 4 EV, yang kini mulai diandalkan pengguna untuk bepergian, terutama saat momen libur akhir tahun. Seiring meningkatnya mobilitas tersebut, pemahaman terkait kondisi baterai menjadi hal yang penting bagi pengguna mobil listrik. Mobil listrik MG4 EV tanda baterai mulai menipis dapat membantu pengemudi mengantisipasi situasi darurat di perjalanan. Sebagai pengguna mobil listrik MG, penting untuk mengetahui apa yang akan terjadi ketika mobil listrik mulai kehabisan daya. Hal ini terutama berkaitan dengan sistem peringatan yang diberikan kendaraan sebelum baterai benar-benar habis. Ilustrasi mobil listrik MG4 EV di salah satu diler MG di Thailand Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia, mengatakan, sebelum baterai benar-benar habis sampai nol persen, kendaraan akan memberikan peringatan terlebih dahulu. "Saat daya baterai menipis, disertai informasi sisa jarak tempuh agar pengemudi dapat segera mencari lokasi pengisian daya," ujar Hary, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. "Ketika baterai habis total, kendaraan tidak dapat berfungsi," kata Hary. Namun, Hary menambahkan, konsumen MG tidak perlu khawatir jika baterai mobil listrik habis dan tidak dapat dikendarai. Konsumen dapat menghubungi MG Care untuk mengakses layanan Emergency Road Assistance (ERA). "Layanan ERA akan membantu konsumen melalui layanan towing dan mengantarkan kendaraan ke bengkel resmi MG atau stasiun pengisian daya terdekat," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang