Minat konsumen terhadap teknologi hybrid terjangkau kembali terbukti lewat kehadiran Daihatsu Rocky Hybrid. Meski baru diluncurkan beberapa waktu lalu di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, model yang berstatus Completely Built-Up (CBU) alias diimpor langsung dari Jepang cukup menarik perhatian pencinta otomotif. Hal ini terlihat dari angka pemesanan yang sudah diraup Daihatsu. Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, menyebut pemesanan Rocky Hybrid sudah mencapai ratusan unit. “SPK Daihatsu Rocky kurang lebih 500-an unit. Baru mulai delivery (di GJAW 2025),” ujar Agung, saat ditemui di ICE BSD, belum lama ini. Namun, tingginya angka pemesanan tidak serta-merta membuat pengiriman langsung tancap gas. Ketika ditanya soal jumlah unit yang bisa dikirim ke konsumen tahun ini, Agung memberi gambaran bahwa alokasinya masih terbatas. Daihatsu Rocky Hybrid “Mungkin tahun ini spesial lah, kurang dari 100 unit,” kata dia. Rocky Hybrid yang didatangkan utuh dari Jepang membuat ADM berhati-hati dalam bicara soal pasokan. Saat disinggung mengenai kuota impor, Agung tak ingin buka detail lebih jauh. “Kuota CBU lumayan, kita berusaha sebanyak mungkin, karena ini masih CBU,” ucapnya. Daihatsu sebelumnya menyebut Rocky Hybrid diposisikan untuk konsumen perkotaan yang membutuhkan mobil irit dan tetap praktis. Namun dengan status CBU, ketersediaannya masih bergantung pada suplai dari negara asal. Meski begitu, lonjakan 500 SPK dalam waktu singkat menunjukkan bahwa pasar SUV hybrid terjangkau masih sangat terbuka. Tantangannya kini ada di sisi suplai, sembari menunggu langkah Daihatsu berikutnya, apakah model ini akan dirakit lokal di masa depan atau tetap mengandalkan impor. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang