Keterbatasan suku cadang mobil atau motor jadul sekarang sudah ada solusinya. Bukan cari di marketplace atau impor dari luar negeri, tetapi bisa dicetak menggunakan 3D printing. Snapy menjadi salah satu tempat di mana customer bisa mencetak suku cadang kendaraan yang sudah langka tersebut. Lalu berapa biayanya? 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy Operator 3D Printing Snapy cabang Bendungan Hilir (Benhil) Nova, menjelaskan skema perhitungan saat mau mencetak suku cadang kendaraan. Dihitung Per Gram Komponen utama biaya cetak dihitung berdasarkan jumlah material yang digunakan, bukan ukuran fisik semata. “Kita hitungnya per gram. Per gramnya itu di Rp 1.700. Kalau misalnya di atas 1.000 gram, itu nanti harga per gramnya di Rp 800. Jadi lebih murah,” kata Nova kepada Kompas.com belum lama ini. Estimasi berat sendiri dihitung lebih dulu lewat perangkat lunak begitu pelanggan menyerahkan file desain. “Kalau customer datang, misal ada file-nya atau masih barang fisik, nanti kita hitung di software. Beratnya sudah ada gramasinya berapa,” jelasnya. Nova menegaskan, tarif per gram tersebut berlaku sama untuk seluruh pilihan warna maupun jenis material. Biaya Tambahan Jika Belum Ada File Skema di atas berlaku bagi pelanggan yang sudah memiliki file desain siap cetak dalam format STL. Bagi pelanggan yang hanya membawa komponen fisik tanpa file digital, ada dua tahap biaya tambahan sebelum proses cetak dimulai. “Ada jasa tambahan kalau misalnya awal customer datang bawa barang fisik, kayak part yang hilang atau rusak itu. Barangnya nanti kita buatkan, di-scanning dulu,” ujar Nova. Ia merinci, tarif jasa pemindaian ini dipatok Rp 100.000 untuk setiap 10 sentimeter panjang obyek. 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy Tahap berikutnya adalah jasa pengeditan hasil scan, yang menurut Nova wajib dilakukan sebelum benda dicetak. “Setelah di-scanning kan enggak bisa langsung dicetak, harus dihalusin dulu. Jadi masuknya ke editing, ada tiga level, easy, medium, sama hard. Mulai dari Rp 200.000, yang kedua Rp 400.000, yang ketiga Rp 700.000,” ujarnya. Lebih Murah dengan File Siap Cetak Nova menyarankan pelanggan yang memiliki barang fisik untuk melengkapi gambar teknis atau drawing. Tanpa drawing atau barang fisik pembanding, ia mengaku kesulitan memproses pesanan meski pelanggan hanya bermodal foto dari marketplace. Sebaliknya, biaya bisa ditekan jika pelanggan sudah mengantongi file desain format STL yang siap cetak, misalnya hasil olahan aplikasi berbasis kecerdasan buatan dari foto obyek. “Kan dia dapat file-nya dalam format STL. STL kasih saja ke kami, nanti kami yang cetak. Jadi enggak akan masuk jasa editing,” kata Nova.