Mencari sparepart untuk kendaraan lawas bukan perkara mudah. Selain langka di pasaran, opsi impor pun memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Kondisi inilah yang mendorong lahirnya layanan cetak tiga dimensi atau 3D printing khusus komponen otomotif. Operator 3D Printing Snapy cabang Bendungan Hilir (Benhil) Nova, menceritakan awal mula layanan ini dibuka pada 2021. Ide tersebut muncul dari hobi para pemilik Snapy yang gemar mengoleksi mobil tua. 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy "Kebetulan owner kami hobi mobil yang tua. Barangnya rare, terus kalau mau impor juga lumayan makan waktu banyak. Nah, karena masalah itu, kita lihat ada 3D printing di internet, terus dicoba," ujar Nova kepada Kompas.com belum lama ini. Bermula dari Mesin Kecil Mesin cetak pertama yang dimiliki Snapy berukuran sekitar 60 sentimeter dan awalnya hanya dipakai untuk kebutuhan sederhana. "Awalnya bikin kayak bagian dari grille mobil. Kalau hasil langsung dari 3D kan enggak mulus. Jadi harus ada finishing khususnya," ujarnya. 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy Seiring waktu, peminat jasa ini terus bertambah. Sampai akhirnya beli mesin yang ukuran lebih besar, satu meter. Saat ini, layanan serupa juga sudah tersedia di sejumlah cabang Snapy lainnya di Jakarta. Dari Grill hingga Bodi Motor Nova menyebutkan, pelanggan yang datang kebanyakan berasal dari kalangan otomotif. Ia mencontohkan sejumlah kasus yang kerap ditangani, mulai dari komponen bodi mobil dan motor seperti grill hingga panel samping. "Kasusnya macam-macam, ada yang habis tabrakan, terus nyarinya susah lagi, atau udah getas, part-part-nya itu udah getas dan udah enggak diproduksi lagi," katanya. 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy Empat Pilihan Material Snapy menyediakan empat jenis bahan cetak, plastik PLA, PETG, ABS, dan TPU. "Kalau udah masuk ke ranah otomotif, ada tiga. Pertama PETG, deformasinya di 75 derajat. Terus yang lebih tahan panas dan fleksibel itu ABS, tahan panasnya sampai 110 derajat. Jadi kebanyakan customer kita lebih milih di ABS. Satu lagi TPU, itu fleksibel kayak karet," urainya. Soal warna, Nova menyebut pihaknya menyediakan enam pilihan dasar. Cuma untuk otomotif, kebanyakan memilih warna hitam dan abu-abu. 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy Bisa Cetak Langsung dari File Nova menjelaskan, proses pengerjaan bisa lebih cepat jika pelanggan sudah memiliki file desain siap cetak. Sebaliknya, tanpa file maupun barang fisik pembanding, pihaknya mengaku kesulitan memproses pesanan. Soal lama pengerjaan, Nova menyebut waktunya bervariasi tergantung ukuran. "Kalau untuk nge-print ya bervariasi. Sparepart yang masih bisa kita cetak di mesin kecil, estimasinya sekitar delapan sampai sembilan jam itu udah jadi," katanya. Untuk objek besar, waktunya jauh lebih lama, bahkan bisa sampai lima hari.