Solusi bagi pemilik kendaraan yang kesulitan mencari suku cadang mobil atau motornya sekarang bisa dengan cara cetak atau 3D printing. Setelah jadi, memang bisa saja barangnya langsung dipasang. Tapi faktanya, ada tahap tambahan yang mesti dilalui sebelum komponen tersebut benar-benar siap digunakan di kendaraan. 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy Operator 3D printing Snapy cabang Bendungan Hilir (Benhil) Nova menjelaskan, permukaan hasil cetak langsung dari mesin masih meninggalkan jejak proses pembuatannya. "Kalau langsung dari 3D printing kan kelihatan masih ada bekas guratan-guratan layer," kata Nova kepada Kompas.com belum lama ini. Permukaan Kasar Guratan tersebut muncul karena cara kerja mesin cetak yang membentuk obyek lapis demi lapis, bukan sekali cetak utuh. "Kalau misalnya hasil langsung dari 3D kan enggak mulus. Jadi harus ada finishing khususnya," katanya. 3D Printing untuk kebutuhan sparepart kendaraan di Snapy Meski begitu, Nova menyebut kebutuhan finishing sebenarnya bergantung pada tujuan pemakaian komponen tersebut. Namun untuk sparepart eksterior yang terlihat langsung, standarnya jauh lebih ketat. "Kalau misalnya dia harus perfect, harus satu warnanya sama antara kanan dan kirinya, ya itu ada bedanya. Kebanyakan sih setelah ini didempul lagi, jadi lebih halus," kata Nova. Ia menegaskan Snapy tidak menyediakan layanan finishing tersebut. Mengingat tempatnya hanya untuk bagian scan dan cetak saja. Presisi Ada Batasnya Selain soal kehalusan, Nova juga mengakui ada batas presisi yang wajar ditemui pada hasil cetak, terutama di bagian-bagian kecil. "Hasilnya mungkin ada revisi-revisi sedikit, kayak misalnya lubang-lubang screw itu kurang presisi. Itu mungkin wajar," katanya. Kendati begitu, ia menyebut tingkat kerumitan bentuk bukan jadi penghalang utama. Sebagian besar bentuk komponen otomotif tetap bisa dicetak, hanya saja penyesuaian kecil seperti lubang baut kerap butuh koreksi manual setelah proses cetak selesai. Semua Jenis Barang Bisa Dipindai Soal jenis barang yang bisa diproses, Nova menyebut hampir semua jenis komponen bisa dipindai lebih dulu menggunakan mesin 3D scan sebelum dicetak ulang. Syaratnya, barang yang ingin dipindai harus dibawa langsung ke lokasi karena proses scan dilakukan menggunakan alat khusus di tempat. Setelah dipindai, hasilnya masih harus melalui tahap pengeditan sebelum siap masuk ke antrean cetak.