BAIC Indonesia mulai membuka peluang untuk mendirikan pabrik mandiri di Tanah Air sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan. Saat ini, perseroan masih mengandalkan PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat, sebagai mitra perakitan. BJ40 Plus menjadi produk pertama yang masuk jalur produksi lokal, yang akan disusul beberapa model lain tahun depan. BAIC BJ40 Plus "Sekarang kita masih dengan HIM. Produk tahun depan yang masuk CKD, Arcfox T1, juga tetap dirakit di sana," kata CEO BAIC Indonesia, Johnnathan Salim, dalam rangkaian BAIC INTL Global Distributor Business Conference 2025 di Guangzhou, China, Sabtu (22/11/2025). "Tetapi kita memiliki rencana untuk mendirikan pabrik sendiri sebenarnya. Sekarang masih tahap diskusi, banyak yang dibahas," lanjut dia. Rencana tersebut menandai komitmen BAIC untuk memperkuat posisinya di Indonesia sebagai salah satu pusat produksi strategis di kawasan. Kehadiran pabrik mandiri diharapkan dapat mempercepat lokalisasi komponen dan menekan biaya produksi, sekaligus mendukung ekspansi BAIC di segmen kendaraan listrik dan hybrid yang permintaannya terus meningkat. brand BAIC, Arcfox Dengan strategi ini, BAIC ingin memastikan proses pengembangan produk berjalan lebih efisien, sekaligus memberikan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen Indonesia. Apalagi dalam dua tahun mendatang, setidaknya akan ada tiga model kendaraan terbaru yang akan dibawa oleh BAIC Indonesia, yaitu Arcfox T1, BAIC BJ40 Pro REEV atau BJ41, dan BAIC BJ80. "Nanti bagaimana kelanjutannya (pendirian pabrik secara mandiri), kita komunikasikan lagi," kata Johnnathan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.