Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar membuat sejumlah pemilik mobil diesel harus memutar otak untuk menyiasati biaya operasional kendaraan mereka. Berbagai cara dilakukan, mulai dari mengurangi penggunaan mobil hingga beralih ke angkutan umum untuk aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dirasakan oleh pemilik mobil diesel yang mengandalkan BBM nonsubsidi, seperti Pertamina Dex dan Dexlite. Harga BBM yang relatif tinggi membuat pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar semakin besar, terutama bagi pengguna mobil bermesin diesel dengan kapasitas mesin besar. Toyota Fortuner diesel Pranowo Tri Adhianto, tenaga pengajar ilmu komunikasi Universitas Indonesia, merupakan salah satu pemilik mobil diesel yang merasakan dampak tersebut. Pranowo menggunakan Toyota Fortuner generasi kedua yang selama ini mengandalkan Pertamina Dex. Untuk menekan pengeluaran, Pranowo memilih mengurangi frekuensi penggunaan mobil dan mengoptimalkan transportasi umum sebagai alternatif mobilitas sehari-hari. "Pertama, saya menyiasatinya dengan meminimalisasi penggunaan mobil. Kedua, saya lebih mau mengoptimalkan naik angkutan umum," ujar Pranowo, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Mitsubishi New Pajero Sport Pranowo mengatakan, Fortuner miliknya kini lebih banyak digunakan untuk bepergian bersama keluarga. Sementara untuk keperluan pekerjaan, dia lebih memilih menggunakan sepeda motor atau angkutan umum. Menurut Pranowo, akses transportasi umum yang cukup mudah dan terintegrasi menjadi salah satu faktor yang membuatnya bisa beralih dari mobil pribadi. "Karena aksesnya masih gampang dan cukup terintegrasi. Itu sangat membantu, walaupun awal saya mencoba itu memang tidak nyaman dan tidak mudah, dan saya yakin buat orang yang pakai mobil dari dulu, terus tiba-tiba harus berpindah ke angkutan umum, itu penyesuaiannya pasti tidak cepat," kata Pranowo. Petugas Mengisi bahan bakar di kios Pertamina di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Kamis (15/6/2017). Kios Pertamina ini menyediakan BBM kaleng Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite. Edukasi Penghematan BBM Selain mengurangi penggunaan mobil, Pranowo mengaku belum mendapatkan edukasi yang cukup mengenai cara menghemat konsumsi BBM dari pemerintah. Padahal, menurut dia, informasi mengenai langkah teknis untuk membuat kendaraan lebih efisien dapat membantu pemilik mobil menghadapi kenaikan harga bahan bakar. Toyota Fortuner tahun 2011. Pranowo mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan konsumsi BBM pada Fortuner miliknya, termasuk penyesuaian teknis yang memungkinkan mobil menjadi lebih irit.