Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat pemilik kendaraan perlu mencari cara untuk menekan biaya operasional, terutama bagi pengguna mobil bermesin diesel dengan konsumsi bahan bakar yang relatif tinggi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengubah gaya berkendara agar lebih efisien. Selain itu, perawatan kendaraan secara berkala juga menjadi hal penting untuk menjaga performa mesin sekaligus mengoptimalkan konsumsi BBM. Rianto Syarif, Service Advisor Auto2000 Grand Depok City, mengatakan, perawatan berkala merupakan salah satu solusi sederhana yang bisa dilakukan pemilik kendaraan untuk menjaga efisiensi bahan bakar. "Hal yang terpenting, gaya berkendara paling mempengaruhi konsumsi bahan bakar," kata Rianto, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Dengan segala pembaruan yang dihadirkan, New Pajero Sport merupakan SUV yang tak hanya tangguh, tetapi juga penuh kenyamanan dan keamanan. Menurut Rianto, kebiasaan pengemudi saat mengoperasikan pedal gas dan rem turut memengaruhi seberapa banyak bahan bakar yang dikonsumsi kendaraan. Gaya berkendara yang agresif, seperti sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak, berpotensi membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros. Mengubah Gaya Berkendara untuk Menghemat BBM Hal serupa juga dilakukan Defri Ibrahim, seorang wiraswasta yang menggunakan Mitsubishi Pajero Sport lansiran 2024. Untuk menyiasati biaya bahan bakar, Defri memilih mengubah gaya berkendaranya agar lebih santai dan tidak agresif saat berada di jalan. "Ya, paling kakinya sekolah aja. Ambil jalur tengah aja sekarang, engga usah jalur kanan lah," ujar Defri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Istilah kaki sekolah yang dimaksud Defri merujuk pada kebiasaan mengendalikan pedal gas dan rem secara lebih halus. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu terus-menerus melakukan akselerasi maupun pengereman secara mendadak. Test drive New Pajero Sport Selain mengubah gaya berkendara, Defri juga mengaku tidak mengandalkan produk tambahan yang diklaim dapat menghemat konsumsi BBM. Menurut dia, pengemudi masih bisa melakukan sejumlah penyesuaian sederhana untuk mengurangi penggunaan bahan bakar. "Enggak ada yang enggak bisa diakal-akalin lah sekarang. Soalnya, saya juga engga percaya dengan produk-produk penghemat BBM," kata Defri. Tidak Perlu Agresif Saat Berkendara Defri menambahkan, kebiasaan berkendara secara santai juga berarti tidak perlu terburu-buru ketika berada di jalan. Salah satunya dengan memilih lajur tengah dan memberikan kesempatan kepada kendaraan lain untuk mendahului apabila diperlukan. Test drive New Pajero Sport "Ya, disekolahin aja lah kakinya. Ambil jalur tengah aja, kalau dikasih lampu dim, ya kita minggir," ujarnya. Untuk diketahui, istilah kaki sekolah dalam konteks berkendara berarti pengemudi harus mampu mengendalikan injakan pedal gas dan rem dengan lembut. Akselerasi dilakukan secara bertahap, sementara pengereman diupayakan berlangsung secara halus dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas. Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi akselerasi yang tidak diperlukan sehingga konsumsi BBM lebih terkendali. Meski demikian, efisiensi bahan bakar juga dipengaruhi kondisi kendaraan, rute perjalanan, beban yang dibawa, serta situasi lalu lintas. Dengan mengombinasikan perawatan berkala dan gaya berkendara yang lebih halus, pemilik kendaraan memiliki cara sederhana untuk menyiasati biaya BBM tanpa harus mengandalkan produk tambahan penghemat bahan bakar.