Harga bahan bakar minyak (BBM) kerap menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam memilih produk untuk kendaraannya. Tak sedikit yang beranggapan bahwa BBM dengan harga lebih mahal mampu memberikan performa lebih baik, termasuk membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Namun, anggapan tersebut tidak bisa disimpulkan secara sederhana. Harga jual BBM belum tentu mencerminkan kemampuan bahan bakar dalam meningkatkan efisiensi kendaraan. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengatakan untuk mengetahui suatu kendaraan hemat atau boros bahan bakar, pemilik perlu memperhatikan spesifikasi teknis kendaraan serta kesesuaian jenis BBM yang digunakan. “Sebenarnya untuk melihat konsumsi hemat atau tidak harus melihat spek teknis. Di Indonesia ada beberapa penjual BBM yang mungkin harganya berbeda-beda,” kata Jayan kepada Kompas.com, Kamis (4/9/2026). Menurutnya, harga yang lebih tinggi tidak serta-merta menjamin performa BBM lebih baik dibandingkan produk lain. Pertamax Green, bensin dengan campuran etanol 5 persen “Enggak bisa kita simpulkan kalau mahal pasti performanya bagus. Belum tentu juga. Bisa jadi mahal karena distribusi dan logistik mahal,” katanya. Artinya, terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi harga jual BBM, mulai dari proses distribusi hingga biaya logistik. Karena itu, harga tidak bisa menjadi satu-satunya patokan dalam menilai kualitas maupun tingkat efisiensi bahan bakar. Untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar yang optimal, pemilik kendaraan juga disarankan menggunakan BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic, Iwan, mengatakan, penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan memberikan sejumlah manfaat, salah satunya berkaitan dengan efisiensi konsumsi bahan bakar. “Betul, pabrikan merekomendasikan penggunaan BBM disesuaikan dengan spesifikasi mesin yang dibuat,” kata Iwan kepada Kompas.com. Iwan menjelaskan, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat berdampak pada performa kendaraan. “Mesin jadi lebih boros, tenaga berkurang dan mesin ngelitik. Bahkan dalam pemakaian terus-menerus akan mempercepat kerusakan komponen mesin, mulai dari sensor-sensor dan komponen daleman mesin,” kata Iwan. Jadi, penggunaan BBM yang lebih mahal belum tentu membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Efisiensi kendaraan lebih dipengaruhi oleh kesesuaian spesifikasi BBM dengan kebutuhan mesin, selain faktor lain seperti kondisi kendaraan dan cara berkendara.