Oli mesin menjadi salah satu komponen penting dalam perawatan mobil. Penggunaan oli yang sesuai spesifikasi dibutuhkan untuk menjaga kinerja sekaligus melindungi komponen mesin dari keausan. Namun, pemilik mobil perlu berhati-hati saat membeli oli. Pasalnya, beredarnya oli palsu dapat membuat konsumen mendapatkan produk yang kualitas dan kandungannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengatakan oli palsu umumnya memiliki sejumlah karakteristik yang dapat dikenali konsumen. "Biasanya, oli palsu berwarna lebih keruh daripada oli asli dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kemasan oli palsu juga tidak memiliki segel ataupun barcode," kata Jayan kepada Kompas.com, belum lama ini. Oli palsu juga dapat memiliki tingkat keasaman tinggi karena mengandung zat yang berpotensi merusak komponen mesin. Selain itu, oli palsu tidak dapat bekerja dengan baik sehingga kendaraan berisiko mengalami masalah. Toko spare part mobil AAN CS Motor di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat. Sementara itu, Owen, pemilik toko spare part mobil AAN CS Motor di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, mengatakan konsumen memang perlu lebih berhati-hati ketika membeli oli, terutama melalui platform online. Menurut dia, harga juga tidak bisa dijadikan jaminan untuk memastikan oli yang dijual merupakan produk asli. "Kalau Oli yang di online gitu kan kita enggak bisa tahu walaupun harganya dimahalin," kata Owen kepada Kompas.com, Senin (28/9/2026). Owen mengatakan, konsumen yang sudah terbiasa menggunakan merek oli tertentu biasanya dapat lebih mudah melihat apabila terdapat perbedaan pada produk yang dibeli. "Sebenarnya sih gampang oli palsu itu. Bisa dilihat dari warnanya aja paling gampang warna olinya," katanya. Ia juga mengatakan konsumen dapat membawa oli yang dibeli secara online ke toko spare part untuk dibandingkan dengan produk sejenis. "Jadi perbandingan aja misal dari merek A. Dia beli di online dengan merek yang sama. Kita lihat aja apa bedanya gitu," ucap Owen. Dengan demikian, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat harga ketika membeli oli. Kondisi kemasan, segel, barcode, label, serta karakteristik oli dapat diperiksa sebelum produk digunakan pada kendaraan.