- Aditif bahan bakar menjadi salah satu produk aftermarket yang kerap digunakan pemilik kendaraan. Di antaranya adalah octane booster untuk mesin bensin dan cetane booster untuk mesin diesel. Keduanya sama-sama dicampurkan ke bahan bakar, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Pada mesin bensin, octane booster digunakan untuk meningkatkan angka oktan atau Research Octane Number (RON). Sedangkan pada mesin diesel, cetane booster atau cetane improver ditujukan untuk meningkatkan angka setana atau Cetane Number (CN). Angka oktan berkaitan dengan kemampuan bensin menahan knocking atau pembakaran yang tidak terkendali. Sementara cetane number menunjukkan karakteristik penyalaan bahan bakar diesel dalam mesin kompresi. Cetane Booster Mulai Dicari Haris dari Laris Jaya, di Bursa Otomotif Bintaro, Tangerang Selatan, mengatakan, di pasar aftermarket, cetane booster menjadi salah satu produk yang dicari pemilik mobil diesel. "Banyak (yang cari). Karena kan sekarang pakai bahan bakarnya (B40) B50. Kalau yang untuk diesel, banyak yang nyari. Ya, ada beberapa," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2026). Ketika ditanya apakah octane booster untuk mobil bensin juga banyak dicari, Haris mengatakan pihaknya tidak menjual produk tersebut. "(Octane booster) bensin kita enggak jual. Jadi yang mayoritas sekarang masuk ini yang diesel saja, karena kan dicari orang diesel katanya," ujarnya. "Karena orang sekarang (pakai) solar (subsidi) ini kan harganya murah. Jadi pakai itu saja. Orang tuh pada pakai solar biasa, kemudian dikasih booster itu," ungkapnya. "Jadi naik, kalau bahasanya diesel itu naik cetane, kalau bensin naik oktan," kata Haris. Toko Laris Jaya Motor di Busar Otomotif Bintaro Diesel Pakai Setana Untuk diketahui, dalam penulisan teknis bahasa Indonesia, istilah yang tepat adalah "setana", sedangkan penggunaan "cetane" merupakan istilah bahasa Inggris. Cetane number menggambarkan karakteristik penyalaan bahan bakar diesel. Berbeda dengan mesin bensin, mesin diesel tidak mengandalkan busi untuk memicu pembakaran. Bahan bakar diesel disemprotkan ke udara yang sudah dikompresi hingga memiliki temperatur tinggi sehingga bahan bakar dapat menyala sendiri. Karena itu, cetane number berkaitan dengan waktu jeda antara penyemprotan bahan bakar dan dimulainya pembakaran. Cetane number yang lebih tinggi secara umum berkaitan dengan ignition delay yang lebih pendek. Dengan demikian, cetane booster bukan sekadar "menaikkan tenaga", melainkan bekerja pada karakteristik penyalaan bahan bakar diesel. Ilustrasi cetane booster