Kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi mulai berdampak pada pasar mobil bekas bermesin diesel. Pedagang mobkas mengaku harus menyesuaikan harga jual karena permintaan konsumen mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terutama dirasakan pada model diesel populer seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Calon pembeli dinilai mulai mempertimbangkan ulang biaya operasional kendaraan setelah harga solar mengalami kenaikan. Toyota Kijang Innova Reborn tipe G Agus, pemilik Focus Motor, mengatakan penurunan harga mobil diesel bekas saat ini cukup terasa dibanding kondisi normal. “Harga mobil diesel turun 10 sampai 20 persen dari pasaran yang biasa,” ujar Agus kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, kenaikan harga solar membuat konsumen lebih berhati-hati sebelum membeli mobil diesel, meski kendaraan jenis tersebut selama ini dikenal irit untuk perjalanan jauh. “Permintaan jelas turun ya. Makanya diturunin sampai segitu,” kata Agus. Hal serupa disampaikan Andi Supriadi, pemilik Jordy Mobil. Ia mengatakan pasar mobil diesel bekas ikut terkena dampak akibat perubahan harga BBM. Mitsubishi Pajero Sport di ajang GJAW 2025. “Pastinya turun,” kata Andi. Menurut Andi, koreksi harga rata-rata mencapai sekitar 10 persen, terutama untuk unit yang kondisi atau kelengkapan dokumennya kurang lengkap dibanding mobil lain di kelas serupa. Sementara itu, Rama, salah satu pedagang mobil bekas, menilai penurunan harga jual di tingkat showroom sebenarnya belum mengalami penurunan drastis. Pedagang saat ini lebih memilih menahan pembelian stok baru sambil menghabiskan unit yang masih tersedia. "Namun, kalau bicara soal harga, sebenarnya belum ada penurunan signifikan, pedagang masih menjual dengan harga yang sama," katanya. "Perbedaannya, saat ini pedagang cenderung menahan diri untuk tidak mengambil stok mobil diesel seperti itu dulu. Mereka ingin menghabiskan stok yang ada sampai laku terjual," kata Rama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang