Beberapa negara memiliki kebijakan agar harga bahan bakar minyak (BBM) bisa ditekan di tengah krisis energi akibat perang di Timur Tengah. Salah satunya dengan memangkas pajak bahan bakar sehingga harga BBM tidak melambung tinggi.Beberapa negara yang memangkas pajak bahan bakar antara lain Australia, Vietnam, India dan Korea Selatan. Pemerintah setempat memutuskan untuk memangkas pajak bahan bakar agar masyarakat di negaranya tidak terbebani harga minyak yang tinggi.AustraliaDikutip ABC News, Pemerintah Australia telah mengurangi separuh pajak bahan bakar bensin dan solar selama tiga bulan. Pemangkasan pajak bahan bakar di Australia dapat menurunkan harga BBM sebesar 26,3 sen (Rp 3.000-an) per liter. Biaya penggunaan jalan untuk kendaraan berat juga dikurangi menjadi nol untuk periode yang sama demi membantu pengemudi truk mengatasi guncangan harga bahan bakar global."Kami membuat bahan bakar lebih murah hari ini karena kami memahami bahwa warga Australia berada di bawah tekanan serius," kata Perdana Menteri Anthony Albanese.VietnamDikutip dari media lokal Vietnam, Dantri dan Baonghean, harga bensin dan solar di Vetnam turun. Hal itu disebabkan oleh keputusan Perdana Menteri yang meringankan pajak untuk bahan bakar.Menurut Keputusan Perdana Menteri Nomor 482/QD-TTg tentang penerapan pajak perlindungan lingkungan, pajak pertambahan nilai, dan pajak konsumsi khusus atas bensin, solar, dan bahan bakar penerbangan jika diperlukan untuk kepentingan nasional, mulai pukul 00:00 tanggal 27 Maret 2026 hingga 15 April 2026, ada keringanan pajak-pajak.Dalam periode itu, tarif pajak perlindungan lingkungan atas bensin (tidak termasuk etanol), bahan bakar solar, dan bahan bakar penerbangan adalah ditetapkan nol. Selain itu, bahan bakar juga dibebaskan dari deklarasi dan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak cukai untuk semua jenis bensin ditetapkan 0 persen.Berdasarkan revisi terbaru, harga bensin E5 RON 92 turun sebesar VND 4.750 (Rp 3.052) menjadi VND 23.320 (sekitar Rp 14.984) per liter. Sedangkan RON 95 turun sebesar VND 5.620 (Rp 3.611) menjadi VND 24.330 (sekitar Rp 15.633). Harga solar turun sebesar VND 2.450 (Rp 1.574) per liter menjadi VND 35.440 (sekitar Rp 22.772).IndiaPemerintah India turut memangkas pajak untuk bensin dan solar demi mencegah kenaikan harga BBM. Pemerintah India memutuskan untuk menanggung biaya kenaikan harga energi dan mencegah kenaikan harga BBM ritel.Dikutip CNBC, menurut pemberitahuan pemerintah, pajak untuk bensin dikurangi menjadi 3 rupee (Rp 540) per liter, turun dari 13 rupee (Rp 2.348), sementara solar akan menjadi nol rupee per liter, turun dari 10 rupee (Rp 1.800). Ada pemangkasan pajak sebesar 10 rupee untuk tiap liter BBM di India.Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengatakan hal itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan produk-produk ini yang memadai untuk konsumsi domestik."Ini akan memberikan perlindungan kepada konsumen dari kenaikan harga," kata Sitharaman dalam sebuah unggahan di X.Korea SelatanDikutip The Korea Herald, Pemerintah Korea Selatan menambah pemotongan pajak bahan bakar demi meringankan beban konsumen. Menurut Kementerian Keuangan Korea Selatan, pajak bahan bakar yang sebelumnya dipotong 7 persen untuk bensin dan 10 persen untuk solar akan ditambah lagi menjadi 15 persen untuk bensin dan 25 persen untuk diesel.Akibatnya, pajak bahan bakar per liter, termasuk pajak pertambahan nilai, turun sebesar 65 won (Rp 718) menjadi 698 won (Rp 7.720) untuk bensin dan sebesar 87 won (Rp 962) menjadi 436 won (Rp 4.822) untuk solar.Keputusan ini bertujuan untuk meringankan beban kenaikan harga minyak dan mendukung usaha kecil dan menengah, serta rumah tangga rentan yang terkena dampak konflik berkepanjangan.