PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan program Suzuki Bengkel Siaga 2026 di sejumlah titik strategis jalur mudik nasional. Inisiatif tersebut menjadi bagian darikomitmen berkelanjutan Suzuki dalam memperkuat layanan purnajual sekaligus memberi rasa aman bagi pelanggan yang mudik menggunakan kendaraan kesayangan menuju kampung halaman untuk menyambut Idul Fitri 1447 H bersama keluarga.Padatnya lalu lintas saat mudik nanti tergambar dari survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang memperkirakan sekira 143,91 juta orang akan melakukanperjalanan selama lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,24 juta orang diprediksi menggunakan mobil pribadi dan 24,08 juta orang memakai sepeda motor ke berbagai daerah tujuan. Puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung ketika 24 Maret 2026. Tingginya antusias masyarakat terhadap mudik lebaran harus diiringi dengan kesiapan kendaraan yang jadi faktor penting, dalam menunjang keselamatan, kenyamanan,sekaligus kelancaran perjalanan jarak jauh.Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menegaskan Suzuki hadir untuk memberikan dukungan kepada pemudik melalui program Suzuki Bengkel Siaga 2026 untuk menemani pelanggan setia selama perjalanan dan memastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima."Adanya potensi lonjakan pemudik tahun ini tentu memerlukan langkah antisipatif. Rekomendasi kami, mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan akan lebihefisien dari segi biaya maupun waktu. Keberadaan Suzuki Bengkel Siaga 2026 yang akan menangani mobil dan sepeda motor milik pelanggan, merupakan solusi untuk menciptakan rasa tenang dan aman, sekaligus mendukung kelancaran perjalanan keluarga ke tempat tujuan," ujar Hariadi.Suzuki siagakan 71 bengkel sambut mudik lebaran 2026 Foto: Luthfi Anshori/detikOtoProgram Memudahkan PelangganSuzuki menghadirkan Suzuki Bengkel Siaga 2026 pada 71 titik yang tersebar di jalur utama Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan hingga Sulawesi selama periode 18-25 Maret 2026.Lokasi layanan tersebut ditentukan berdasarkan kepadatan arus kendaraan dan kebutuhan pelanggan, sehingga akses pelanggan terhadap layanan resmi tetap mudah dijangkau sepanjang musim mudik."Sebanyak 33 outlet beroperasi 24 jam penuh, sementara 28 outlet melayani selama 12 jam (08.00-20.00), dan 10 outlet roda dua buka pukul 08.00-21.00. Skema ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan, servis ringan, maupun penanganan kendala teknis kapanpun dibutuhkan," jelas Hariadi.Pelanggan dapat memanfaatkan general check-up untuk 23 items sesuai standar Suzuki, mencakup sistem pengereman, ban, oli dan cairan, sistem pendingin, aki, hingga komponen keselamatan selama program Suzuki Bengkel Siaga 2026. Jika ditemukan kendala, teknisi akan melakukan perbaikan berikut penggantian suku cadang sesuai prosedur.Layanan EkstraSebagai perlindungan tambahan, Suzuki juga menghadirkan Halo Suzuki yang bersiaga 24 jam serta Towing Car Assistance sebagai bagian dari Suzuki Emergency Road Assistance (SERA) selama periode mudik berlangsung. Pelanggan dapat memanfaatkan menu 'Suzuki Bengkel Siaga 2026' pada aplikasi MySuzuki untuk melihat ketersediaan promo, lokasi outlet, serta informasi terkini seputar kegiatan Suzuki Bengkel Siaga. Tak hanya itu, situasi live selama perjalanan mudik, update kondisi bengkel, dan live support untuk konsumen juga akan diinformasikan melalui akun Instagram @bengkelsiaga_suzuki.Selain aspek teknis, Suzuki turut memperhatikan kenyamanan pelanggan ketika melakukan servis di lokasi bengkel siaga. Dukungan fasilitas seperti mushola, ruang istirahat bersih, serta snack corner gratis bisa dimanfaatkan pelanggan selama menunggu proses perawatan kendaraan."Antusiasme pelanggan terhadap program Bengkel Siaga juga tercermin dari capaian tahun sebelumnya, dengan total lebih dari 4.000 service intake untuk mobil dan sepeda motor selama periode tersebut. Tahun ini, angka tersebut kami proyeksikan meningkat seiring penguatan jaringan serta meningkatnya kesadaran pelanggan terhadap pentingnya perawatan preventif sebelum perjalanan jauh," tukas Hariadi.