Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan masih membahas rencana kenaikan tarif Transjakarta, dimana saat ini tarifnya masih Rp 3.500. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, rencana ini masih jadi pembahasan pihak Pemprov DKI. Belum ada informasi yang bisa dijelaskan secara gamblang, apakah kenaikan tarif hanya untuk bus Transjakarta reguler atau Transjabodetabek saja. Rute baru Transjabodetabek Terminal Bekasi-Dukuh Atas via Tol Becakayu resmi dibuka. "Soal ini masih dalam pembahasan," katanya saat dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (10/6/2026). Sebagai informasi, tarif layanan Transjabodetabek yang terintegrasi dengan layanan Transjakarta saat ini masih dipatok sekitar Rp 3.500. Transjabodetabek Layanan bus Transjabodetabek melayani perjalanan pulang pergi antara wilayah Jakarta dan daerah penyangga di sekitarnya, meliputi Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tarif dasar bus Transjakarta tidak pernah naik dan menetap di angka Rp 3.500 sejak tahun 2005. Biaya ini sangat terjangkau karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggung sisa biaya operasional melalui subsidi. Melengkapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, subsidi transportasi tetap akan diberikan sehingga masyarakat tidak terbebani oleh perubahan tarif yang akan diputuskan dalam waktu dekat. "Untuk Transjabodetabek terus terang segera kami putuskan,” ujar Pramono, dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang