Suzuki e Vitara Dony Ismi Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengungkapkan bahwa distribusi unit e-Vitara sudah mulai dilakukan sejak awal tahun. Namun, jumlahnya masih terbatas. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Sejak bulan kemarin kami sudah melakukan pengiriman. Sampai dengan bulan Maret, kami sudah melakukan wholesale dan retail sebanyak 8 unit,” ujar Dony di Kemayoran, Jakarta.Angka tersebut menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik Suzuki di Indonesia belum masif, terutama jika dibandingkan dengan sejumlah pemain lain yang lebih agresif di segmen electric vehicle (EV).Meski demikian, Suzuki tampaknya tidak terlalu terburu-buru dalam mendorong volume penjualan. Strategi yang diambil lebih menekankan pada pengenalan produk sekaligus membangun fondasi pasar secara bertahap.Menurut Dony, e-Vitara tidak hanya ditawarkan sebagai produk baru, tetapi juga membawa nilai historis Suzuki sebagai produsen yang dikenal kuat di segmen sport utility vehicle (SUV).“Kami tidak hanya menawarkan produk, tapi juga nilai historis Suzuki sebagai salah satu ahli dalam pembuatan SUV. e-Vitara ini merupakan mobil elektrik pertama kami, dan SUV adalah core kompetensi kami,” kata dia.Pendekatan tersebut menyasar konsumen loyal Suzuki serta penggemar SUV yang mulai mempertimbangkan peralihan ke kendaraan listrik. Artinya, target pasar e-Vitara saat ini masih cukup niche dan belum menyasar volume besar.Di sisi lain, Suzuki juga mulai menyiapkan ekosistem pendukung, termasuk infrastruktur pengisian daya. Perusahaan telah menghadirkan skema khusus yang tidak hanya menyasar konsumen, tetapi juga jaringan diler di kota-kota besar.“Sudah kami siapkan, baik untuk pelanggan maupun di beberapa outlet terpilih,” ujar Dony.Langkah ini mengindikasikan bahwa Suzuki tetap serius menggarap pasar EV, meskipun dengan pendekatan yang lebih hati-hati. Alih-alih mengejar angka penjualan tinggi dalam waktu singkat, Suzuki memilih membangun kesiapan dari sisi produk, jaringan, dan konsumen. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kondisi ini sekaligus mencerminkan realita bahwa transisi ke kendaraan listrik tidak terjadi secara instan bagi semua merek. Faktor harga, infrastruktur, hingga kesiapan pasar menjadi tantangan yang masih harus dihadapi.Dengan capaian penjualan yang masih terbatas, e-Vitara bisa dibilang menjadi fase awal bagi Suzuki dalam peta persaingan kendaraan listrik di Indonesia. Ke depan, respons pasar akan menjadi kunci apakah strategi bertahap ini mampu membawa Suzuki bersaing lebih jauh di era elektrifikasi.