KTM AG mengonfirmasi rencana pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 500 karyawan sebagai bagian dari program penghematan biaya pascainsolvensi (tidak mampu membayar hutang). Langkah ini menandai babak baru setelah induk perusahaan resmi berganti nama dari Pierer Mobility AG menjadi Bajaj Mobility AG. Pergantian nama tersebut menghapus identitas Stefan Pierer sebagai pemilik lama dan menegaskan kendali penuh Bajaj Auto atas KTM. Dikutip dari Motorcyclenews, sebagian besar pemangkasan akan menyasar karyawan bergaji tetap serta level manajemen menengah. Per 31 Desember 2025, jumlah karyawan KTM AG tercatat 3.794 orang, turun dari 5.310 orang pada tahun sebelumnya. Stefan Pierer, mantan CEO KTM Manajemen menyebut kebijakan ini bagian dari program “rightsizing” global untuk memperkuat daya saing jangka panjang dengan mengurangi biaya tetap, merampingkan struktur, memfokuskan portofolio produk dan proyek, serta mengoptimalkan jaringan lokasi dan manajemen internasional. Di balik pernyataan tersebut, tersirat kemungkinan KTM akan memindahkan lebih banyak produksi ke luar Austria. Selain itu, investasi pada program balap dan model-model yang kurang menguntungkan juga berpotensi dipangkas. Kebijakan ini menyusul sejumlah langkah strategis sebelumnya, seperti penjualan MV Agusta, pelepasan divisi mobil sport X-Bow, serta penghentian kerja sama distribusi Eropa dengan CFMoto. Dari sisi keuangan, Bajaj Mobility AG memperkirakan pendapatan 2025 sedikit di atas 1 miliar Euro, turun sekitar 46 persen dibanding tahun sebelumnya. Penjualan sepeda motor mencapai 209.704 unit atau turun 28 persen, meski pada paruh kedua 2025 terjadi pemulihan dengan kenaikan 60 persen dibanding enam bulan pertama. Stok kendaraan tak terjual berhasil ditekan lebih dari 100.000 unit secara tahunan, sementara penjualan sepeda dan e-bike turun 40 persen karena divisi tersebut ditutup. Meski begitu, KTM menilai restrukturisasi ini telah meletakkan dasar perbaikan ekonomi pada 2026. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang