JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha mulai mengikuti jejak KTM dalam membina pebalap muda sejak jenjang awal, dengan harapan bisa melahirkan pebalap yang siap naik ke kelas utama MotoGP. Selama ini KTM dikenal serius membangun jalur pembinaan berjenjang. Lewat Red Bull Rookies Cup, pebalap muda disiapkan bertahap menuju Moto3, Moto2, hingga MotoGP. Paolo Pavesio resmi diangkat jadi Managing Director Yamaha Motor Racing (YMR), dan akan menggantikan sosok Lin Jarvis terhitung pada 1 Januari 2025. Strategi tersebut cukup berhasil karena melahirkan sejumlah pebalap kuat di kelas premier seperti Pedro Acosta dan Brad Binder. Yamaha kini mencoba melakukan pendekatan serupa meski belum selengkap KTM. Sejak 2025, Yamaha resmi menjalin kerja sama dengan tim Pramac di MotoGP. Tidak hanya itu, Yamaha juga meluncurkan proyek bersama di Moto2 sebagai langkah penting dalam mempersiapkan pebalap masa depan. Para pembalap saling menyalip dan memacu motornya untuk memperebutkan posisi pertama pada ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB pada Minggu (5/10/2025). Event balap internasional ini merupakan tahun keempatnya digelar di Indonesia. Proyek Moto2 ini menjadi jembatan bagi pebalap muda Yamaha sebelum naik ke MotoGP. Tim tersebut menggunakan nama BLU CRU, sesuai dengan program pengembangan pebalap muda Yamaha. Proyek Jangka Panjang Alex Rins di MotoGP Indonesia “Moto2 adalah proyek jangka panjang,” ujar Direktur Balap MotoGP Yamaha, Paolo Pavesio, dikutip dari Speedweek, Jumat (2/1/2026). “Tujuan kami adalah menemukan pebalap yang punya potensi naik ke MotoGP. Karena itu kami tidak mengejar hasil cepat, tetapi ingin mempersiapkan pebalap untuk masa depan,” katanya. Proyek Moto2 Yamaha ini baru berjalan satu tahun. Hasilnya memang belum sesuai harapan, tetapi dinilai sudah menunjukkan arah perkembangan yang positif dan bisa menjadi dasar kuat untuk tahun-tahun berikutnya. Pada musim 2025, dua pebalap Moto2 Yamaha, Izan Guevara dan Tony Arbolino, belum mampu menembus 10 besar klasemen akhir. Kemajuan dan Keputusan Meski begitu, ada kemajuan penting. Guevara berhasil meraih kemenangan perdana di Moto2 pada seri penutup musim di Valencia. Karena itu, Yamaha tetap mempertahankan Izan Guevara untuk musim 2026 yang akan berduet dengan pebalap muda Alberto Ferrandez. “Kami memilih Alberto Ferrandez yang masih 18 tahun dan berasal dari Kejuaraan Moto2 Spanyol,” ujar Pavesio. “Kami percaya langkah ini lebih efektif dibanding merekrut pebalap Moto2 yang sudah mapan hanya untuk jangka pendek. Kami baru menyelesaikan tahun pertama, dan kita lihat perkembangan berikutnya,” ucapnya. Dengan strategi ini, Yamaha berharap dapat mencetak pebalap masa depan seperti yang dilakukan KTM. Harapannya, pebalap MotoGP Yamaha ke depan lahir dari sistem pembinaan internal, bukan hanya hasil perekrutan dari luar. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang