Wacana kenaikan tarif bus Transjakarta hingga saat ini belum diputuskan. Sebelumnya, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta, mulai dari kenaikan tarif TransJakarta di dalam kota menjadi Rp 5.000, tarif TransJabodetabek Rp 10.000, hingga paket langganan Rp 200.000 per bulan. Masukan Masyarakat Turut Dilibatkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin, mengatakan, wacana tersebut masih dalam pengkajian yang serius dan belum selesai. "Masih didiskusikan. Jadi belum ada yang final. Masih dalam tahap penggodokan. Dan kita juga akan tentunya meminta masukan dari masyarakat. Kita membuat kajian survei dari masyarakat seperti apa," kata Budi kepada Kompas.com di Plaza Senayan, Kamis (19/7/2026). Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta Budi Awaludin ketika konfersi pers di Balaikota Jakarta, Minggu (21/6/2026). Perhitungan Matang Sebagai informasi, tarif dasar Transjakarta tetap sebesar Rp3.500 sejak pertama kali beroperasi lebih dari dua dekade lalu Sementara itu, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, laporan usulan dari DTKJ telah diterima Pemprov DKI. Selanjutnya, Pemprov DKI akan mengkaji secara mendalam laporan tersebut. Pramono juga menegaskan, perlunya perhitungan yang matang terkait subsidi yang akan diberikan untuk moda transportasi di bawah naungan Pemprov DKI. Sehingga subsidi yang disalurkan tidak akan membebani APBD. "Untuk memutuskan kenaikan Transjakarta dan semuanya, termasuk Transjabodetabek, tentunya kami harus melihat bagaimana dengan subsidi yang harus dihitung dan dilakukan untuk itu," jelasnya.