Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif Transjakarta, Transjabodetabek disesuaikan, termasuk mengakhiri layanan Mikrotrans atau JakLingko yang selama ini gratis. Ketua DTKJ periode 2026–2029 Sugihardjo mengatakan, pihaknya mengusulkan penumpang Mikrotrans dikenai tarif Rp 2.000 per perjalanan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan, pihak Transjakarta masih belum bisa memberikan pernyataan lantaran masih dalam pembahasan. "Hal tersebut masih dalam proses pembahasan, jadi kami belum bisa memberikan statement," katanya saat dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (7/7/2026). Jaklingko Saat ini Rp 0 Sebagai informasi, tarif layanan Mikrotrans (JakLingko) saat ini masih berlaku gratis atau Rp 0. Meskipun tidak ada biaya perjalanan, penumpang tetap diwajibkan membawa dan melakukan tap-in atau tap-out kartu uang elektronik (seperti JakLingko, Flazz, atau e-Money) atau aplikasi dengan saldo minimal Rp 5.000 untuk memvalidasi perjalanan. Lebih lanjut, Sugiarto berpendapat, selama layanan Mikrotrans masih gratis, terdapat potensi pencatatan penumpang tidak sesuai kondisi sebenarnya karena operator juga dibebani target jumlah penumpang dalam kontrak layanan. "Kalau hanya jarak dekat hanya naik Mikrotrans itu tarifnya Rp 2.000. Kita mengusulkan Rp 2.000," kata dikutip dari Kompas.com. Tarif Transjakarta Adapun DTKJ mengusulkan kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp 5.000 untuk wilayah dalam kota dan Rp 10.000 untuk TransJabodetabek. Penyesuaian ini diajukan karena tarif saat ini sebesar Rp3.500 tidak pernah berubah selama bertahun-tahun, sementara beban subsidi dari APBD kian membengkak.