Wacana kenaikan tarif bus Transjakarta tahun ini masih akan ditunda. Rencana penyesuaian tarif mencuat jelang akhir tahun lalu, hal ini lantaran selama lebih dari dua dekade tarif Transjakarta tidak alami perubahan. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, mengatakan, penundaan kenaikan tarif bus Transjakarta karena faktor pertimbangan ekonomi dan sosial saat ini. “Kenaikan tarif layanan bus Transjakarta ditunda karena permintaan pemerintah pusat. Ini lebih kepada pertimbangan situasi ekonomi yang kurang kondusif saat ini,” katanya dalam acara Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026, Kamis (9/1/2026). Nirwono, menjelaskan pemerintah pusat meminta Pemprov DKI Jakarta menahan penyesuaian tarif Transjakarta lantaran daya beli masyarakat sedang menurun. Adapun kapan waktu pastinya tarif bus Transjakarta akan naik, dirinya mengatakan belum bisa dipastikan. Sebab saat ini masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Oleh karena itu dirinya memastikan jika tarif seluruh layanan bus Transjakarta saat ini masih Rp3.500. "Penyesuaian tarif akan diumumkan pada waktu yang dianggap tepat," katanya. Sebagai informasi, bus Transjakarta meluncur secara perdana pada 15 Januari 2004 denga tarif Rp 2.000. Lalu di 2005 melalui SK Gubernur DKI No. 1912/2005, tarif dinaikkan menjadi Rp 3.500. Sejak saat itu tarif Transjakarta tidak pernah berubah hingga hari ini. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang