Populasi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), jumlah kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) yang tercatat hingga Agustus 2026 sudah mencapai 541.678 unit. Angka tersebut meningkat 134.762 unit dibandingkan populasi pada 2025 yang tercatat sebanyak 406.916 unit. Dengan demikian, populasi kendaraan listrik di Indonesia sudah tumbuh sekitar 33,1 persen secara year on year (YoY) dalam setahun terakhir. Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan, pertumbuhan populasi kendaraan listrik mulai terlihat semakin pesat sejak 2023. “Kalau kita lihat populasi, populasi saat ini dari tercatat dari 2020 sampai Agustus 2026 ini kurang lebih untuk seluruh jenis kendaraan itu sudah mencapai 541.000 sekian unit,” kata Setia dalam rapat dengar pendapat Panja Komisi VII DPR RI yang disiarkan daring, Rabu (9/9/2026). SPKLU Astra Infra Melonjak dalam Enam Tahun Jika melihat perkembangan dari tahun ke tahun, pertumbuhan populasi kendaraan listrik terbilang sangat cepat. Pada 2020, jumlah KBLBB yang tercatat baru sebanyak 3.584 unit. Setahun kemudian angkanya meningkat menjadi 14.980 unit dan kembali naik menjadi 42.605 unit pada 2022. Memasuki 2023, populasi kendaraan listrik melonjak menjadi 122.115 unit. Pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan jumlah 243.080 unit, kemudian mencapai 406.916 unit pada 2025. Hingga Agustus 2026, jumlah tersebut kembali bertambah menjadi 541.678 unit. Sasis bus listrik MG B12E, buat bus perkotaan Artinya, dibandingkan 2020, populasi kendaraan listrik saat ini telah meningkat lebih dari 150 kali lipat. Setia sebelumnya juga menyebut pertumbuhan populasi KBLBB pada periode 2020-2025 telah mencapai lebih dari 150 persen. Pertumbuhan paling besar dalam beberapa tahun terakhir terlihat ketika pasar kendaraan listrik mulai berkembang lebih luas, terutama sejak 2023. Booth motor listrik Yadea di PRJ 2026 Penggerak Utama Setia mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik tidak terlepas dari sejumlah faktor, mulai dari kondisi geopolitik, perkembangan bahan bakar, hingga komitmen Indonesia terhadap target net zero emission (NZE). Menurut dia, kondisi tersebut mendorong sektor transportasi mulai beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai. “Dan roda 2 dan roda 4 ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik ini,” ujarnya. Ilustrasi suasana pameran GIIAS 2026 Percepatan kendaraan listrik juga memiliki landasan regulasi melalui Perpres Nomor 55 Tahun 2019 juncto Perpres Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan. Regulasi tersebut menjadi salah satu payung hukum pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi sektor transportasi. Pekerja melakukan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun. Berikut ini angka populasi kendaraan listrik di Indonesia dari data Kemenperin: Tahun 2020: 3.584 unit - Tahun 2021: 14.980 unit - Tahun 2022: 42.605 unit - Tahun 2023: 122.115 unit - Tahun 2024: 243.080 unit - Tahun 2025: 406.916 unit - Tahun 2026 (per Agustus): 541.678 unit