Tren penggunaan kendaraan listrik saat mudik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 diperkirakan meningkat signifikan. PT PLN (Persero) memprediksi jumlah pemudik pengguna kendaraan listrik pada periode Nataru kali ini mencapai sekitar 26.000 unit, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), khususnya di jalur mudik Trans Sumatra-Jawa. Jumlah SPKLU di jalur tersebut ditingkatkan hingga tiga kali lipat dibandingkan Nataru sebelumnya. “Tahun lalu jumlahnya sekitar 500 unit, sekarang menjadi 1.515 mesin SPKLU yang tersebar di 865 titik di sepanjang jalur mudik Trans Sumatra-Jawa,” kata Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto. Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyediakan total 4.514 unit SPKLU yang tersebar di 2.862 titik strategis di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 53 rest area Tol Trans Jawa kini dilengkapi SPKLU, mendukung perjalanan mobil listrik jarak jauh saat Nataru. Selain itu, PLN juga menyiapkan 117 Posko Siaga SPKLU di rest area, SPKLU Center, serta kantor-kantor layanan PLN. Posko siaga tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik pengguna kendaraan listrik, sekaligus memastikan proses pengisian daya dapat berlangsung aman dan lancar selama perjalanan jarak jauh. PLN juga mendorong pemanfaatan aplikasi PLN Mobile untuk membantu perencanaan perjalanan. Melalui aplikasi tersebut, pengguna kendaraan listrik dapat melihat titik-titik SPKLU yang tersedia beserta jarak tempuh antar lokasi pengisian daya. “Pemudik bisa merencanakan rute perjalanan sejak awal, termasuk menentukan lokasi pengisian daya di sepanjang perjalanan,” ujar Adi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang